Kaka Slank Beri Tips Simpel Kurangi Sampah Plastik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti, menggunakan produk Kaka

    Susi Pudjiastuti, menggunakan produk Kaka "Slank". instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kaka Slank, vokalis Band Slank, ikut kampanye menolak penggunaan plastik sekali pakai atau sampah plastik termasuk kantong plastik di Taman Aspirasi, Monumen Nasional (Monas), pagi ini, Minggu, 21 Juli 2019.

    Menurut pria bernama asli Akhadi Wira Satriaji itu, cara mengurangi sampah plastik cukup sederhana, yakni dimulai dari diri sendiri. "Simple aja, kayak minum es tes manis tidak perlu pakai sedotan, minum kelapa muda langsung aja," kata Kaka Slank nya di sela-sela kampanye tolak plastik sekali pakai bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

    Cara sederhana lainnya, dia melanjutkan, kalau belanja di mini market atau pasar tidak perlu meminta plastik. Pembeli bisa membawa tas belanja yang dibawa dari rumah. Plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan plastik, styrofoam, sachet, dan microbeads.

    "Kalau cuma beli dua-tiga item barang saja enggak usah minta kantong plastik," tutur Kaka Slank.

    Kaka bersama Ridho gitaris Slank ikut ambil bagian dalam kampanye akbar pawai tolak plastik sekali pakai atau sampah plastik. Pawai dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia lalu berjalan kaki sekitar 4 kilometer menuju Taman Aspirasi Monas.

    Vokalis Band Navicula dari Bali, Gede Robi, pun hadir mengkampanyekan tolak plastik sekali pakai demi laut dan lingkungan Indonesia yang sehat dan bersih. Pawai diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, LSM, dan ibu rumah tangga. Kampanye juga didukung oleh 49 organ pecinta lingkungan, seperti Walhi, Greenpeace, WWF, serta ECONusa.

    Pawai bebas plastik ini menjadi aksi terbesar di Indonesia untuk menolak plastik sekali pakai. Kegiatan diisi dengan pawai, orasi, flash mob, monster plastik, dan pertunjukan musik. Monster plastik adalah ikan raksasa yang dibuat dari sampah plastik hasil 'beach clean up' yang dilakukan para relawan aksi di Kepulauan Seribu dan Bali. Kemarin, Sabtu, 20 Juli 2019, monster plastik dilibatkan dalam aksi serupa di Pelabuhan Sunda Kelapa. 

    "Tolak sampah plastik sekali pakai ini sebenarnya kampanye mengajak merevolusi diri kita sendiri," kata Kaka Slank.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.