Pria Ditemukan Meninggal di Angkot Kebayoran Lama: Seperti Tidur

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sopir angkutan kota C01 jurusan Kebayoran Lama-Ciledug melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Kebayoran Lama - Ciledug Raya. Aksi ini merupakan protes para sopir terhadap pemberitaan media yang mengatakan pelaku pemerkosaan seorang Mahasiswi beberapa waktu lalu di Kebayoran Lama adalah sopir angkot C01. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Sopir angkutan kota C01 jurusan Kebayoran Lama-Ciledug melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Kebayoran Lama - Ciledug Raya. Aksi ini merupakan protes para sopir terhadap pemberitaan media yang mengatakan pelaku pemerkosaan seorang Mahasiswi beberapa waktu lalu di Kebayoran Lama adalah sopir angkot C01. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria bernama Tatang Setiadi, 61 tahun, ditemukan meninggal di angkot jurusan Ciledug-Kebayoran Lama, Senin sore, 19 Agustus 2019. Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Kebayoran Lama Inspektur Satu Sudarto mengatakan Tatang diduga meninggal karena sakit.

    "Dugaan awal karena sakit. Di badan bagian depan dan belakang banyak bekas kerokan," ujar Sudarto lewat sambungan telepon, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Ia menjelaskan, Tatang diketahui telah meninggal saat para penumpang angkot hendak turun di depan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menduga tertidur, mereka pun mencoba membangunkan Tatang, namun tak ada respons.

    Duduk tepat di belakang supir, pria asal Kuningan, Jawa Barat, itu ternyata telah meninggal. "Seperti orang tidur aja gitu," ucap Sudarto.

    Menurut Sudarto, keluarga telah mengambil jenazah Tatang pada malam harinya. Dari mereka diketahui kalau Tatang ke Jakarta untuk bekerja. Berdasarkan keterangan keluarga, kata Sudarto, Tatang memang diketahui sedang sakit sebelum ditemukan meninggal di angkot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.