Sandiaga Uno Diusung Jadi Wagub DKI Lagi, Ini Kata PKS

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai melayat ke rumah duka BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 11 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai melayat ke rumah duka BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 11 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Dani Anwar, tak menutup peluang kembalinya Sandiaga Uno menjadi Wakil gubernur DKI. Mencermati dinamika politik saat ini, menurut dia, hal tersebut mungkin saja terjadi.

    "Segala sesuatu masih bisa memungkinkan. Dunia politik itu tidak ada yang pasti. Dan terus berkembang. Namun sampai sekarang masih hak PKS," ujar saat ditemui Tempo Senin kemarin, 16 September 2019. "Tapi kan bisa berubah, politik kita tidak ada yang tahu."

    Nama Sandiaga Uno kembali diperbincangkan untuk menduduki posisi lamanya tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD Gerindra, Syarif.

    Menurut Syarif, mantan calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto tersebut bisa saja kembali menjadi Wagub DKI Jakarta asalkan kembali menjadi kader Gerindra. Dia pun optimis Sandiaga akan kembali menjadi kader partainya.

    Gerindra dan PKS sendiri sebenarnya sudah mengusung dua nama calon pengganti Sandiaga Uno, yaitu Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi yang telah terpilih menjadi anggota DPR RI, Ahmad Syaikhu.

    Dian menyatakan bahwa kedua nama tersebut masih berpotensi berubah. Perubahan itu, kata Dani, bisa terjadi jika DPP PKS memutuskan Akhmad Syaikhu tetap menjadi anggota DPR RI.

    "Yang menentukan nanti DPP apakah Syaikhu tetap menjadi cawagub atau DPR RI," kata Dani.

    Dani menuturkan mekanisme pergantian nama cawagub DKI akan ditentukan dua partai pengusung jika nantinya ada perubahan. Berdasarkan kesepakatan sebelumnya, kata dia, Gerindra telah menyerahkan pemilihan wagub DKI ke PKS. Namun, Dhani melihat adanya perubahan peta politik setelah Pemilu Presiden 2019.

    Sebelum Pilpres, Dani mengimbuhkan, hak menentukan wagub DKI diserahkan kepada PKS. Namun, setelah Pilpres ada potensi perubahan peta politik yang bisa berimbas dalam menentukan pendampingan gubernur DKI Anies Baswedan itu.

    Perubahan peta politik itu, kata dia, terlihat setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun, PKS berharap Gerindra tetap pada komitmen awal bahwa hak wagub DKI diserahkan ke PKS.

    "Sekarang kami lihat (Gerindra dekat ke pemerintah). Itu kan yang kami lihat. Tapi kan tidak tahu isi hati Pak Prabowo ini seperti apa terkait dengan kepemimpinan DKI. Misal Pak Prabowo nanti tetap menyerahkan ke PKS."

    Terkait potensi Sandiaga bakal kembali menjadi wagub DKI, Dani menegaskan, tergantung dari Gerindra dan PKS. Sebab, jika Gerindra menyatakan mau mengajukan cawagub, maka yang menentukan lobi politik.

    "Memang dinamika politik seperti itu," ujarnya. "Kalau bicara etika tetap (PKS yang dapat jatah wagub), tapi kan ini politik. Semua tergantung keputusan dan lobi politik."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.