Tutup Operasi Mantap Brata, Kapolda Metro Kutip Pidato Bung Tomo

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI/Polri mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata-2018 Pengamanan Penyelenggaraan Pemilu 2019 di Silang Monas, Jakarta, Selasa, 18 September 2018. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengerahkan 272.880 personelnya untuk pengamanan selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. TEMPO/Subekti.

    Prajurit TNI/Polri mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata-2018 Pengamanan Penyelenggaraan Pemilu 2019 di Silang Monas, Jakarta, Selasa, 18 September 2018. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengerahkan 272.880 personelnya untuk pengamanan selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono mengutip pidato Bung Tomo saat menutup Operasi Mantap Brata di kompleks DPR RI, Selasa 29 Oktober 2019.

    Gatot memilih kata-kata Bung Tomo saat menyemangati masyarakat Surabaya melawan penjajah pada 10 November 1945. 

    "Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga," ujar Gatot saat membacakan sambutannya. 

    Gatot juga menyampaikan terima kasih kepada kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan Ibu Kota saat Pemilu 2019. 

    Dalam penutupan itu, Gatot juga ditemani Pangdam Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono yang menjadi salah satu unsur dalam operasi tersebut. Eko juga ikut menyampaikan terima kasihnya kepada kepolisian yang telah bersinergi dengan TNI menjaga Ibu Kota. Menurut Eko, hal ini menjadi bukti kesolidan antara TNI - Polri. 

    "Ini kembali kami sampaikan ke masyarakat, jangan ragukan soliditas TNI - Polri," ujar Eko. 

    Operasi Mantap Brata merupakan Operasi gabungan TNI - Polri dalam mengamankan Jakarta saat Pemilu 2019. Operasi ini telah berlangsung selama setahun atau sejak 21 Oktober 2018 hingga 22 Oktober 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.