Hepatitis A di Depok, Dinkes Tunggu Hasil Pemeriksaan Serum Darah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyakit Hepatitis.TEMPO/iqbal Lubis

    Ilustrasi penyakit Hepatitis.TEMPO/iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Depok - Dinas Kesehatan Kota Depok mengambil serum darah dari siswa dan guru yang diduga terjangkit hepatitis A di SMPN 20 Depok. Pengambilan serum ini untuk mengetahui lebih jelas indikasi penyakit yang dialami.

    Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan pengambilan serum darah tersebut sudah dilakukan pada Senin, 18 November lalu. "Sudah kami lakukan bersama tenaga kesehatan untuk pengambilan serum darah siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan tersebut," kata dia, Kamis, 21 November 2019.

    Seluruh serum darah dan sampel yang diambil itu, kata Novarita, akan dikirimkan ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya, Dinkes Depok akan menunggu hasil untuk mengetahui lebih lanjut. "Saat ini kami masih menunggu hasil dari BLK Provinsi Jawa Barat. Karena seluruh sampel yang diambil dikirimkan langsung ke sana," kata dia.

    Selain serum darah, Novarita mengatakan pihaknya mengambil rectal swab penjamah makanan. Pihaknya juga mengambil sampel air bersih dan air minum di sekitar lokasi sekolah.

    Sebanyak 40 siswa dan tiga guru di SMPN 20 Depok diduga terjangkit hepatitis A selama sepekan terakhir. Sebanyak 14 orang diantaranya dirawat. Mereka sebelumnya mengeluh demam, nyeri ulu hati, pusing, dan kencing berwana kuning pekat.

    Novarita mengatakan saat ini pun sedang dilakukan penyuluhan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ke orangtua murid di SMPN 20 Depok. Ke depan, kata dia, diharapkan semua warga sekolah dapat menerapkan pola hidup bersih untuk meningkatkan status kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?