Penghuni Rumah DP Nol Rupiah Hanya 100 Orang, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rusunami Samawa Program DP Nol Persen, Kelapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Selasa, 15 Oktober 2019. Tempo/Adam Prireza

    Suasana Rusunami Samawa Program DP Nol Persen, Kelapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Selasa, 15 Oktober 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perumahan DKI Jakarta menyatakan sebagian besar calon pembeli rumah DP nol rupiah gagal karena sistem seleksi dari bank. Saat ini, baru ada sekitar 100 orang yang telah resmi memiliki hunian di Menara Samawa, hunian pertama program pembelian rumah tanpa uang muka yang dicanangkan Gubernur DKI Anies Baswedan.

    Menara Samawa, yang terdiri atas 780 unit, diresmikan Gubernur Anies pada 31 Agustus 2019 lalu. "Sebenarnya yang mendaftar sudah banyak sekali. Ada 3.000 orang yang terjaring. Namun, sebagian gagal karena sistem pemeriksaan di bank," kata Kepala Dinas Perumahan, Kelik Indrianto di Balai Kota DKI, Jumat, 29 November 2019.

    Programming DP nol rupiah itu menjadi program unggulan saat Anies dan pasangannya, Sandiaga Uno, berkampanye untuk pemilihan Gubernur DKI 2017. Namun, syarat memiliki rumah DP nol rupiah itu harus memiliki gaji berkisar Rp 4-7 juta.

    Menurut Kelik, banyak peminat yang gagal dalam memiliki hunian tersebut karena pembeli mempunyai riwayat kredit lain yang menjadi tanggung jawab mereka. Alhasil, sistem di bank menolak permohonan mereka mengajukan rumah tersebut melalui Bank DKI.

    "Jadi pas BI Checking mereka gugur karena sebagian masih punya kredit lain. Jadi bank menganggap kredit itu mengurangi kemampuan pemohon untuk mengajukan kredit rumah," ujarnya.

    Menurut Kelik, sistem penyeleksian bank yang ketat ini menjadi bahan evaluasi Pemprov DKI. Pemerintah, kata dia, bakal berusaha membuat kebijakan agar masyarakat berpenghasilan rendah lebih mudah mendapatkan hunian ini. "Masalah ini memang menjadi evaluasi kami," ucapnya.

    Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Jakarta 2017-2022 tercantum bahwa pemerintah DKI bakal membangun hunian tanpa uang muka sebanyak 232.214 unit. Sebanyak 14 ribu unit hunian dibangun tiga badan usaha milik daerah. Sedangkan sisanya dibangun menggunakan mekanisme kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) serta pasar. Saat ini, jumlah hunian yang sudah dibangun baru 780 unit.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.