Susupi Tiap Tahun, Ormas Islam Ini Sebut DWP Maksiat

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean masuk Djakarta Warehouse Project atau DWP 2017 pada pukul 21.00 di pintu masuk utama Jiexpo Kemayoran Jakarta, Jumat, 15 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Antrean masuk Djakarta Warehouse Project atau DWP 2017 pada pukul 21.00 di pintu masuk utama Jiexpo Kemayoran Jakarta, Jumat, 15 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ormas Gerakan Pemuda Islam (GPI) mengaku setiap tahun menyusup ke penyelenggaraan acara Djakarta Warehouse Project atau DWP. Ajang musik bergenre electronic dance yang menampilkan sejumlah disc jockey lokal maupun internasional itu disebut sebagai acara maksiat terbesar di Asia. 

    "Kami dari Gerakan Pemuda Islam sangat mengutuk keras kegiatan DWP yang akan dilakukan di JIExpo," kaya juru bicara GPI, Rahmat Himran, tentang DWP yang tahun ini akan kembali digelar 13-15 Deesember 2019 tersebut.

    Menurut Rahmat, GPI menolak acara musik yang mewadahi warga untuk berpesta pora. Rahmat mengklaim, tiga kali menyusup, GPI mendapati pengunjung DWP mengkonsumsi minuman keras.

    "Setiap tahun kami menyusup dalam acara tersebut," ujar Rahmat. "Para penikmat maksiat akan berkumpul JIExpo Jakarta dan melakukan pesta baik itu seks bebas maupun narkoba dan kegiatan minuman keras," lanjut dia.

    Sempat pindah ke Bali pada tahun lalu, DWP disesalkannya kembali ke Jakarta pada tahun ini. GPI, kata Rahmat, juga mengungkap rasa kecewa terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengizinkan DWP kembali. GPI menuntut Anies mencabut izin pelaksanaan DWP 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Sebagai bentuk protes, Rahmat menuturkan, beberapa ormas Islam bakal demonstrasi di depan Balai Kota Jakarta dan JIExpo Kemayoran pada Kamis, 12 Desember 2019. Dia memperkirakan massa peserta sebanyak dua ribu orang.

    "Jika Anies tetap membiarkan proses DWP berlangsung, maka kami dari GPI akan melakukan evaluasi terhadap gubernur DKI," ujar dia.

    Ajang DWP yang kesepuluh yang jatuh pada 2018 memang ditandai dengan diboyongnya acara tersebut ke luar Jakarta. Namun Media Relation JIEXPO, Roy Kumar, saat itu menyangkal keterkaitannya dengan adanya penolakan. 

    Roy menyebut, perhelatan DWP saat itu berbarengan dengan gelaran pameran manufaktur di JIEXPO. "Jadi memang sudah ada event lebih dulu," ujarnya. Ismaya kalah cepat dengan penyelenggara pameran untuk memesan tempat.

    Tahun sebelumnya, 2017, sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Banga berunjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan acara DWP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.