Polres Bogor Bongkar Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak di Puncak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi/pelacuran. David McNew/Getty Images

    Ilustrasi prostitusi/pelacuran. David McNew/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Bogor membongkar prostitusi berkedok kawin kontrak yang ada di puncak. 

    Dalam operasi ini, polisi menangkap empat orang tersangka. Dua lelaki yaitu BS (40) dan K (40) dan dua perempuan berinisial ON (40) dan IN (40). Polisi juga menyita 11 unit telepon genggam, dua unit mobil, dan uang sejumlah Rp 7 juta.

    Selain para tersangka, polisi juga menahan enam orang wanita berusia sekitar 20 tahun dan seorang warga negara asing berinisial H. Warga negara asal Timur Tengah ini merupakan pemesan perempuan yang akan dikawin kontrak

    Kepala Polisi Resor Bogor, Ajun Komisaris Besar M. Joni, mengatakan para tersangka berpura-pura menjadi pemandu atau sopir para wisatawan. "Mereka itu dulu pernah jadi TKI atau TKW di Timur Tengah, sehingga mereka paham dan fasih bahasa para pemesan," kata Joni memberi keterangan di Mapolres Bogor, Cibinong, Senin malam, 23 Desember 2019.

    Para tersangka penjaja prostitusi 'halal' atau yang lebih dikenal dengan praktik kawin kontrak di kawasan Puncak yang ditangkap petugas saat ditunjukkan di Mapolres Bogor, Senin malam 23 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Para tersangka biasanya berkomunikasi terlebih dahulu dengan wisatawan calon pengantin di tempat yang mereka sewa, baik itu villa atau hotel. Joni mengatakan para pelaku memastikan dulu si wisatawan dengan bahasa mereka.

    Jika para pelaku yakin itu adalah wisatawan maka segera mereka menawarkan dengan memperlihatkan foto para wanita. Bahkan, kata Joni, ada yang langsung dihadirkan kehadapan si wisatawan.

    Akibat perbuatannya para pelaku dijerat pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 UU No 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. "Hukumannya penjara di atas lima tahun," kata Joni.

    Bupati Bogor Ade Yasin ditemani anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah saat jumpa pers pengungkapan praktik prostitusi kawin kontrak di Puncak di Mapolres Bogor, Senin malam 23 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin, mengatakan prostitusi berkedok kawin kontrak ini itu sudah diketahui sejak tahun 2016. Bahkan Ade curiga masih banyak jaringan prostitusi ini

    Ade akan mengintruksikan jajarannya sampai tingkat kecamatan, desa, dan RT/RW untuk kembali memberlakukan himbauan tamu wajib lapor dalam 1x24 jam. Ade pun menegaskan akan memerintahkan jajarannya untuk mendatang jika ada wisatawan atau turis yang diduga bodong. "Kita kembalikan Bogor ke ruh nya, Tegar Beriman dan harus bersih dari praktik seperti itu," ucap Ade.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.