MRT Terintergrasi KRL, Penumpang Ditargetkan Naik 2 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa Windsor Homeschooling peserta tur transportasi umum memasuki Bus Transjakarta, di kawasan Kota Tua, Kamis, 31 Oktober 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Para siswa Windsor Homeschooling peserta tur transportasi umum memasuki Bus Transjakarta, di kawasan Kota Tua, Kamis, 31 Oktober 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan jumlah pengguna transportasi khusus angkutan darat naik dua kali lipat dengan berintegrasi dengan PT KAI.

    "Kami integrasikan sekarang, Insyallah segera angka-angkanya bisa dobel dalam waktu singkat," ujar Anies saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Jumat 20 Januari 2020.

    Anies mengatakan pada 2019, jumlah pengguna kereta api, MRT dan Transjakarta itu sudah melayani total 369,3 juta penumpang. Angka tersebut ditargetkan naik dua kali lipat dengan adanya integrasi transportasi dengan PT KAI.

    Anies menyebutkan integrasi tersebut akan difokuskan dalam pengelolaan stasiun, penataan lalu lintas di stasiun hingga tiketing. Pada Maret 2020, kata dia, empat stasiun akan menjadi model integrasi yaitu di Stasiun Tanah Abang, Senen, Juanda dan Sudirman.

    Menurut Anies moda integrasi tersebut nanti akan dikembangkan ke 72 stasiun kereta di Jobodetabek. Integrasi dengan PT KAI tersebut juga ditargetkan akan menekan penggunaan kendaraan pribadi. "Kami targetkan pengguna transportasi umum itu 75 persen,"ujarnya.

     

     

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.