Ulat Bulu Serbu Ciputat, Damkar Semprot Pakai Foam

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerumunan ulat bulu di sebuah pohon di kawasan Bendul Merisi, Surabaya, Jawa Timur, (7/3). ANTARA/M Risyal Hidayat

    Kerumunan ulat bulu di sebuah pohon di kawasan Bendul Merisi, Surabaya, Jawa Timur, (7/3). ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Petugas Pemadam Kebakaran atau damkar Tangsel dikerahkan untuk membasmi wabah ulat bulu di perumahan Hakiki, Ciputat. Tak punya pestisida, petugas menggunakan foam pemadam kebakaran untuk membasmi ulat bulu itu. 

    Serangan ulat bulu dilaporkan terjadi di perumahan yang berada di kelurahan Serua RT 05 RW 02, kecamatan Ciputat. "Kalau untuk pembasmi hama ulat bulu ini, dari kami memang belum memiliki pembasminya yakni pestisida, karena ini laporan masyarakat maka kita datang dan alternatif kita menggunkan foam," kata Komandan Pleton group Charlie Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kota Tangsel Sahroni, Rabu 15 Januari 2020.

    Menurut Sahroni, petugas belum pernah membasmi hama ulat bulu karena belum pernah terjadi di wilayahnya. "Kemarin kita semprot memang banyak yang mati ulat bulunya," katanya.  

    Namun ulat yang ada di pohon tidak mati meski kena semprot foam. "Malah nanti turun ke bawah, yang di pohon kita semprot otomatis jatuh dan bisa merambat lagi," ujarnya.

    Sahroni mengatakan Damkar Tangsel akan mencarikan alternatif pembasmi ulat bulu itu. "Foam liquid itu zat kimia juga, tapi khusus buat kertas dan kayu. Cairannya sama kayak sabun dia, busa. Licin busanya. Campuran untuk memadamkan oli kebakar,"ungkapnya.

    Serangan ulat bulu di perumahan Hakiki itu terjadi sejak satu minggu yang lalu. "Ini ulat bulu muncul sekitar satu minggu yang lalu, banyak banget sampai nempel di tembok lalu dibakar nanti ada lagi ulet bulunya," kata Nadi (38) petugas keamanan kompleks, Rabu 15 Januari 2020.

    Menurut Nadi, selain di jalanan dan tembok luar, ulat bulu juga memasuki sebagian rumah warga di kecamatan Ciputat, Tangsel, akibatnya warga mengalami gatal- gatal.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.