Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Longsor Sukajaya Mengerikan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara anggota tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang yang masih belum ditemukan di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 11 Januari 2020. ANTARA

    Foto udara anggota tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang yang masih belum ditemukan di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 11 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto, terkejut dengan besarnya dampak longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya. Setelah mendapat laporan dan hasil kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) relokasi pun perlu segera dilakukan. 

    "Pantas banyak desa terisolir dan beberapa perkampungan hilang," ucap Rudi usai meninjau pengungsian Cipugur, Sukajaya, Rabu, 15 Januari 2020. Ia mengatakan hasil kajian PVMBG, khususnya di Kecamatan Sukajaya termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi.

    Dengan kata lain, Sukajaya mempunyai potensi yang sangat riskan sekali terhadap longsor. Lalu pada sejumlah zona yang dikaji oleh PVMBG, dapat terjadi gerakan tanah atau longsor besar jika curah hujan sangat tinggi seperti yang terjadi pada 1 Januari 2020. "Ditambah lagi gerakan tanah lama bisa aktif kembali. Ini mengerikan," kata Rudi.

    Menyikapi hasil kajian PVMBG, Rudi mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Bogor dan pimpinan daerah lainnya. Dia berharap hasil kajian itu dapat digunakan sebagai acuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dalam mengambil kebijakan. Sehingga warga yang saat ini menjadi korban harus segera di evakuasi dari wilayah yang masuk kategori berbahaya. "Segera saya akan membahas ini dengan kawan-kawan dewan lainnya, khususnya komisi III yang membidangi pembangunan," ucap Rudi.

    Rudi menambahkan hasil kajian PVMBG semakin menguatkan rencana pemerintah untuk merelokasi penduduk dari daerah rawan. "Ya harus (direlokasi). Kalau ahli sudah mengatakan rawan, masa kita biarkan warga menjadi korban," kata Rudi.

    Ia menilai hasil kajian PVMBG bisa menjadi menjadi dasar pertimbangan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melakukan relokasi. Namun upaya relokasi tidak bisa dilakukan Pemkab semata sebab APBD Kabupaten Bogor belum bisa membiayai sepenuhnya. Oleh sebab itu, kata dia, perlu ada dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan pusat. 

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.