Kabar Virus Corona, Warga Jakarta Buru Masker di Pasar Pramuka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar soal virus corona membuat warga Jakarta kian waspada. Mereka mulai memburu masker di toko-toko obat atau apotek. Salah satunya adalah Jaya, 28 tahun, yang datang ke Pasar Pramuka untuk membeli masker.

    Dia mengatakan diminta bosnya membeli masker. "Jadi untuk dibagiin ke karyawannya," kata Jaya saat ditemui pada Selasa, 4 Februari 2020.

    Ia pun membeli 6 boks masker dengan harga Rp 25 ribu per boksnya. "Satu boks isi 50 lembar," ujarnya.

    Jaya tidak hanya membeli masker saja, namun juga antiseptik untuk nantinya disemprotkan ke tangan para karyawan yang hendak masuk ke kantor. "Kalau masuk kantor ya disemprot aja," ujarnya.

    Jaya mengatakan kalau hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi virus corona. "Bilangnya cuma ini aja, antisipasi aja. Karena kan lagi ramai kan," ujarnya.

    Pembeli lainnya Gian, 19 tahun, mengatakan kalau ia membeli masker di Pasar Pramuka untuk nantinya dijual di warungnya. "Buat dijual lagi. Kan stoknya udah abis," ujar Gian.

    Dia memang biasanya menjual masker di warungnya yang ada di Kemayoran. Meski tak menaikkan harga, ia mengaku penjualan masker di warungnya meningkat. "Memang biasa jualan. Meningkat. Ya banyak yang cari aja," ujar Gian.

    Resti, penjual masker di Pasar Pramuka mengatakan, ia mendapat kabar ada juga yang membeli masker untuk dikirim ke Cina. "Itu buat donasi katanya," ujar Resti.

    Ia mengatakan masker yang paling banyak dicari adalah jenis N95. "Cuma barangnya enggak ada," ujar dia.

    KIKI ASTARI\ JULI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.