Sidang Perampokan Sopir Taksi Online, 7 Saksi Dihadirkan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam. Shutterstock

    Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuh orang menjadi saksi dalam perkara perampokan oleh sopir taksi online bernama Ari Darmawan terhadap penumpangnya.

    "Kami panggil semua saksi, total tujuh orang," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bobby Mokoginta saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

    Tujuh saksi yang diajukan ke persidangan, yakni dua saksi korban, pihak Gojek selaku operator taksi daring, dua polisi penangkap pelaku dan saksi warga yang melihat kejadian.

    "Kami juga menghadirkan paman terdakwa yang jadi pemilik akun taksi online yang digunakan oleh terdakwa," kata Bobby.

    Bobby menambahkan, para saksi sudah menerima panggilan untuk menjadi saksi dan berharap semua saksi bisa hadir di persidangan.

    Sidang dugaan perampokan oleh sopir taksi online Ari Darmawan kembali dilanjutkan Rabu ini dengan agenda meminta keterangan saksi-saksi.

    Sebelumnya Ari Darmawan didakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 365 ayat (2) ke-1 KUHP. Sidang dipimpin oleh majelis hakim Achmad Guntur.

    Peristiwa dugaan perampokan tersebut terjadi Rabu 4 September 2019 pukul 03.40. Ari Darmawan mendapat pesanan dari calon penumpang berinisial S yang meminta dijemput dari daerah Kemang Venue Jakarta Selatan menuju daerah Damai Raya Cipete.

    Menurut keterangan pengacara Ari Darmawan dari LBH Mawar Saron Jakarta, saat dihubungi oleh Ari, S tidak merespon pesan dan telepon. Tak lama kemudian S tidak lagi dapat dihubungi oleh Ari.

    "Keesokan harinya Ari ditangkap oleh pihak Polres Jakarta Selatan atas tuduhan melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban S dan temannya A," kata Yosua Napitupulu dari LBH Mawar Saron/Hotman Sitompoel Associates.

    LBH Mawar Saron melakukan investigasi terhadap kasus tersebut dan menemukan informasi yang dapat membuktikan Ari merupakan korban salah tangkap.

    Dalam keterangan tertulisnya, awalnya korban S memesan taksi daring dengan pengemudi atas nama Dadang Supriyatna. Setelah korban masuk ke mobil, Dadang membatalkan pesanan (orderan) sehingga secara otomatis aplikasi mencari pengemudi baru (reblast) dan pesanan (orderan) tersebut diterima oleh Ari.

    LBH Mawar Saron selaku kuasa hukum terdakwa kasus perampokan oleh sopir taksi online telah mengajukan eksepsi pada persidangan Selasa 21 Januari 2020. Kuasa hukum menilai dakwaan jaksa "error in persona" atau salah orang. "Oleh karenanya dakwaan dinyatakan batal demi hukum," kata Hotman PD Sitompoel, pengacara terdakwa di persidangan sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.