Soal Banjir Jakarta, Politikus PKS Minta Anies Tak Usah Baper

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Aziz, mengingatkan adanya risiko yang harus ditanggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sehubungan dengan banjir di Ibu Kota. Risiko itu termasuk disindir oleh warganet di media sosial.

    "Ya saya pikir itu risiko jadi pimpinan di mana pun, itu tidak usah ditanggapi dengan baper, biasa aja, fokus aja terus bekerja dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat DKI Jakarta," kata Abdul saat ditemui di ruang rapat Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI, Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2020.

    Sebelumnya, Anies mengunggah di akun Twitter-nya soal wajah baru Jakarta. Ada tagar #WajahBaruJakarta dalam cuitan itu. Dalam unggahan tersebut, Anies menyertakan beberapa foto yang memperlihatkan kondisi Jalan Jenderal Sudirman dan trotoar. Ada juga foto Taman Papyrus dan JPO Pasar Minggu.

    "Tengoklah foto-foto ini, ada biru di langit Jakarta. Itulah pemandangan rutin di Jakarta pada beberapa pekan belakangan ini. Ajak teman, tetangga, dan saudara.... berjalan, bersepeda menikmati #WajahBaruJakarta," demikian cuitan Anies.

    Informasi itu diunggah pada 22 Februari 2020. Satu hari kemudian, Ibu Kota kembali diterjang banjir. Hujan deras telah mengguyur lima kota Jakarta hingga Ahad dinihari, 23 Februari. Warganet kemudian menyindir mantan Menteri Pendidikan ini.

    Menurut Abdul, banjir bukanlah barang baru di Jakarta. Dia mengatakan belum ada satu pun gubernur yang bisa menjamin Jakarta bebas banjir. Apalagi, dia mengatakan, curah hujan tahun ini di luar kapasitas rata-rata sehingga dampaknya lebih luas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara