Polisi Ciduk Vitalia Sesha di Apartemen Bersama Pasangannya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Vitalia Sesha ditangkap polisi bersama enam rekannya dengan barang bukti penggeledahan 1 butir pil ekstasi, ganja 2,91 gram, psikotropika happy five 50 butir, dan 2 bungkus ketamine 3,59gram pada Juli 2015. Karena hasil tes urinenya positif ekstasi, ia diwajibkan menjalani rehabilitasi di BNN. Instagram.com

    Artis Vitalia Sesha ditangkap polisi bersama enam rekannya dengan barang bukti penggeledahan 1 butir pil ekstasi, ganja 2,91 gram, psikotropika happy five 50 butir, dan 2 bungkus ketamine 3,59gram pada Juli 2015. Karena hasil tes urinenya positif ekstasi, ia diwajibkan menjalani rehabilitasi di BNN. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan model majalah dewasa Vitalia Sesha kembali diciduk polisi karena terjerat kasus narkoba. Polisi mengatakan penangkapan Vitalia terjadi di apartemen The Mansion Kemayoran, Jakarta Utara. 

    "Dia ditangkap bareng pasangan prianya," ujar Kanit 2 Narkoba Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Maulana Mukarom saat dihubungi, Rabu, 26 Februari 2020. 

    Dari dalam apartemen itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika dan psikotropika. Maulana belum merinci jenis narkoba yang ditemukan itu. "Kami masih melakukan pemeriksaan intensif," kata dia. 

    Sebelumnya, nama Vitalia Sesha pernah bersinggungan dengan narkoba pada 2015. Ia menjadi tersangka kasus narkoba setelah ditangkap saat akan melakukan pesta narkoba di Hotel Mercure, Pademangan, Jakarta Utara. 

    AKBP Benny Alamsyah berfoto bersama Vitalia Sesha. Instagram/@vitaliashesya15

    Setelah ditangkap, artis FTV kembali membuat sensasi. Ia mengunggah foto akrab bersama dengan Kapolsek Kebayoran Lama, saat itu, AKBP Benny Alamsyah ke media sosial. Tak lama setelah itu, Benny mendapat teguran dari Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara