Terjerat Narkoba, Polisi Tangkap Model Vitalia Sesha

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model Vitalia Shesya berada diruang terdakwa sebelum bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, (16/9). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Model Vitalia Shesya berada diruang terdakwa sebelum bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, (16/9). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Vitalia Shesa, mantan model majalah dewasa, ditangkap kepolisian. Polisi menangkap Vitalia karena diduga terlibat kasus narkoba. 

    "Saya membenarkan saja dulu, ya. AN (Andi Novitalia) alias VS (Vitalia Shesa) tertangkap narkoba," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Februari 2020. 

    Soal detail penangkapan, Yusri enggan menjelaskan. Ia mengatakan polisi akan segera merilis kasus ini. "Sekarang kami masih dalami," kata dia. 

    Nama Vitalia Sesha pernah bersinggungan dengan narkoba pada tahun 2015. Ia menjadi tersangka kasus narkoba setelah ditangkap saat akan melakukan pesta narkoba di Hotel Mercure, Pademangan, Jakarta Utara. 

    Setelah ditangkap, Vitalia kembali membuat sensasi. Model majalah dewasa itu melakukan foto bersama dengan Kapolsek Kebayoran Lama, saat itu, Komisaris Benny Alamsyah. Benny duduk sambil merangkul Vitalia dan diunggah ke media sosial miliknya. 

    Tak lama setelah itu, Benny mendapat teguran dari Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Ia dinilai melanggar kode etik. Benny tak mendapat hukuman yang lebih berat dari instansinya. Hal ini disebabkan prestasi Benny yang berhasil menangkap Vitalia Shesa.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara