Anti-virus Belum Ditemukan, IDI: Kepanikan Corona Masih Panjang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampai hari ini, anti-virus untuk corona atau COVID-19 masih belum ditemukan. Oleh karena itu, kepanikan atas merebaknya virus asal Wuhan, Cina itu masih akan panjang.

    "Sampai saat ini belum ada anti-virus yang ditemukan, jadi ini masih akan panjang," ujar Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Moh Adib Khumaidi di Hotel Shangri-la, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Februari 2020.

    Soal isu anti-virus telah ditemukan di Amerika, Abdi mengatakan vaksin itu belum terbukti ampuh secara ilmiah menangkal COVID-19. Sehingga, ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran virus ini.

    "Jadi tidak ada yang menjamin ini (kepanikan akan virus corona) selesainya kapan," kata dia.

    Per Jumat, 28 Februari 2020, virus corona COVID-19 sudah menyebabkan 2.858 orang, mayoritas di Cina--asal virus--meninggal. Sedang jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 83.079 di sekitar 53 negara di dunia, dengan penambahan jumlah kasus terkonfirmasi lebih dari dua ribu per hari belakangan ini.

    Meskipun begitu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia sampai saat ini terbebas dari corona. Walaupun di negara tetangga seperti Singapura dan Filipina ditemukan pasien positif corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara