Jakarta Darurat Corona, TNI Diterjunkan Semprot Disinfektan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI berjaga di depan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis 19 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono segera menyiapkan Wisma Atlet sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi pasien yang terjangkit virus corona atau COVID-19 sehingga bisa dipakai pada Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Prajurit TNI berjaga di depan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis 19 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono segera menyiapkan Wisma Atlet sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi pasien yang terjangkit virus corona atau COVID-19 sehingga bisa dipakai pada Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengerahkan personel TNI membantu penyemprotan disinfektan di Jakarta cegah penyebaran corona. Pengerahan personel TNI ini dilakukan untuk mendukung upaya Palang Merah Indonesia.

    "Sebanyak 100 prajurit TNI AD telah membantu operasional armada penyemprotan disinfektan PMI," kata Andika melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 28 Maret 2020.

    Andika mengatakan PMI menggandeng TNI AD mensterilkan wilayah DKI Jakarta yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan episentrum wabah COVID-19.

    Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengapresiasi bantuan dari TNI AD berupa armada dan personel untuk penyemprotan disinfektan di wilayah Jakarta. 

    Kalla menyampaikan operasi penyemprotan yang dilakukan PMI Jakarta Pusat telah dilakukan sejak sebulan terakhir. "Demi mengurangi penyebarannya, penyemprotan diterapkan dalam dua minggu sekali," kata Kalla.

    Sebelummya, Andika juga meminta penambahan 49 tenaga medis dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) untuk membantu Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta dalam menangani penyebaran COVID-19.

    "Sebanyak 49 tenaga medis itu jam 08.00 melapor ke RSPAD, ke Kolonel Dokter Abraham (Arimuko)," ujar Andika.

    Penambahan 49 tenaga medis itu tidak boleh diambil dari rumah sakit Komando Daerah Militer (Kodam) tetapi langsung diambil dari Yonkes Kostrad. Saat ini, total penambahan tenaga medis untuk RSPAD Gatot Soebroto itu berjumlah 90 orang.

    Selain penambahan tenaga medis, TNI AD juga mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) di RSPAD Gatot Soebroto bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan.

    Keputusan yang diambil cepat oleh Andika dalam menambah tenaga medis serta pemenuhan kebutuhan APD, merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.