Polisi: Penangkapan Anarko Sindikalis untuk Hindari Kerusuhan

Ilustrasi borgol (inloughborough.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan penangkapan terhadap anggota kelompok vandalisme Anarko Sindikalis untuk menghindari kerusuhan yang dapat timbul dari provokasi kelompok tersebut. Apa lagi, kata dia, saat ini Indonesia tengah dalam kondisi genting karena pandemi virus corona.

"Kalau (kelompok Anarko) tidak diungkap, mungkin pekan depan akan ada penjarahan di seluruh Jawa," ujar Sambodo saat dikonfirmasi, Ahad, 12 April 2020.

Adapun aksi vandalisme kelompok Anarko yang sempat menghebohkan masyarakat, terjadi pada Kamis 9 April di Kota Tangerang. Para pelaku membuat coretan di dinding pertokoan yang mengajak masyarakat melakukan kerusuhan, coretan itu antara lain "sudah krisis saatnya membakar", "kill the rich", "mau mati konyol atau melawan".

Polisi pun segera bergerak cepat mencari pelaku yang memanfaatkan kegentingan pandemi virus corona ini. Hingga Jumat lalu, polisi menciduk 3 orang di Cafe Egaliter, Tangerang Kota, karena terbukti sebagai pelaku vandalisme itu.

Lalu pada Sabtu dini hari tadi, polisi kembali menangkap 2 pelaku lainnya di Bekasi dan Tiga Raksa. Kepada polisi, mereka mengakui perbuatan vandalisme tersebut.

Atas perbuatannya, ke-5 pelaku kini dijerat dengan dijerat dengan Pasal 14 dan Pasal 15 UURI No 1 tahun 1946 tentang menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong. Lalu Pasal 160 KUHP tindakan menghasut di muka umum dengan ancaman penjara 10 tahun.

Lebih lanjut, Sambodo menjelaskan, selain memancing masyarakat untuk melakukan kerusuhan melalui grafiti bernada provokasi, ada pula oknum yang menyebarkan berita hoaks untuk menimbulkan keresahan. Pembuatan berita hoaks itu agar terjadi kekacauan seperti penjarahan dan pembakaran di Ibu Kota.

"Hoaks mulai berseliweran. Hoaks bertebaran tentang adanya kerusuhan, begal, dan sebagai macamnya. Mohon masyarakat bisa berhati-hati dalam men-sharing berita agar tidak memanaskan suasana," ujar Sambodo.






Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

23 jam lalu

Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

Emak-emak di Depok diresahkan dengan maraknya isu penculikan yang merebak melalui group media sosial WhatsApp


CekFakta #193 Teknologi ChatGPT: Mempermudah Kerja atau Sebar Hoaks?

1 hari lalu

CekFakta #193 Teknologi ChatGPT: Mempermudah Kerja atau Sebar Hoaks?

Belakangan, ChatGPT membawa konsekuensi yang membuat banyak pihak jadi khawatir.


Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

1 hari lalu

Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

Polsek Cibinong mengimbau orang tua segera melapor ke polisi jika melihat penculikan anak


CekFakta #192 Ketika Hoaks Bersembunyi di Balik Iklan Konten Bersponsor

8 hari lalu

CekFakta #192 Ketika Hoaks Bersembunyi di Balik Iklan Konten Bersponsor

Benarkah iklan sengaja bercerita dalam bentuk hoaks?


CekFakta #191 Ad Hominem: Malah Menyerang Orangnya, Bukan Pesannya

15 hari lalu

CekFakta #191 Ad Hominem: Malah Menyerang Orangnya, Bukan Pesannya

Di dunia maya, kita kerap menemukan perdebatan tentang banyak hal di antara warganet


CekFakta #190 Mari Membedah Isi "Otak Partisan" Para Pengikut Kelompok

22 hari lalu

CekFakta #190 Mari Membedah Isi "Otak Partisan" Para Pengikut Kelompok

mengapa ada sekelompok orang yang begitu fanatik terhadap partai, ideologi, atau kelompok tertentu?


CekFakta #189 Hoaks Sumbang Para Penyangkal Perubahan Iklim

29 hari lalu

CekFakta #189 Hoaks Sumbang Para Penyangkal Perubahan Iklim

wabah hoaks atau kabar bohong seputar perubahan iklim (climate change) masih mudah ditemuI.


Misa Natal di Gereja Katedral: Uskup Agung Ingatkan Bahaya Ujaran Kebencian

34 hari lalu

Misa Natal di Gereja Katedral: Uskup Agung Ingatkan Bahaya Ujaran Kebencian

Ribuan umat Kristiani mengikuti Misa Pontifikal dalam rangkaian perayaan Natal 2022 dengan pengamanan dari polisi, Banser NU, Satpol PP, dan lainnya


Mabes Polri Tanggapi Ucapan Kamaruddin Simanjuntak soal Polisi Mengabdi ke Mafia

34 hari lalu

Mabes Polri Tanggapi Ucapan Kamaruddin Simanjuntak soal Polisi Mengabdi ke Mafia

"Polisi rata-rata mengabdi kepada negara selama seminggu, tiga minggu lagi mengabdi pada mafia," ucap Kamaruddin Simanjuntak


Transjakarta Bantah Buka Lowongan Kerja

37 hari lalu

Transjakarta Bantah Buka Lowongan Kerja

Kabar pembukaan lowongan kerja di PT Transjakarta yang beredar di media sosial hoaks