Anies Baswedan Jelaskan Kronologi Langkah DKI Soal Bansos

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri pelantikan Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2017-2022 di Istana Negara, Rabu, 15 April 2020. Pool-Kompas/Wawan H Prabowo

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerangkan soal kronologi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pelaksanaan distribusi bantuan sosial atau bansos.

Menurut Anies pembicaraan mengenai bantuan sosial sudah dimulai sejak sebelum pembatasan sosial skala besar atau PSBB ditetapkan.

Berikut kronologi langkah yang dilakukan Pemprov DKI soal bansos:

• 30 Maret 2020, Rapat Terbatas bersama Presiden yang membahas angka penerima bantuan yakni 1,1 juta jiwa/orang dari data yang biasa diberikan bantuan oleh Pemerintah Provinsi dan 2,6 juta jiwa/orang sebagai penerima tambahan. Sehingga, total kebutuhan bansos yg disebut saat itu sebanyak 3,7 juta jiwa/orang.

• 2 April 2020, rapat koordinasi antara Kemensos dan Pemprov DKI Jakarta yang membahas satuan penerima bansos menyepakati bahwa satuan penerima bantuan tidak lagi jiwa/individu tapi menggunakan satuan Kepala Keluarga (KK) agar pendistribusian yang lebih efisien dan karena bisa saja satu keluarga terdiri dari beberapa individu penerima bantuan. Sejak saat itu sudah tidak ada lagi pembahasan dengan menggunakan satuan orang/jiwa, semua pembahasan adalah berbasis satuan KK/keluarga.

• 7 April 2020, Pemprov DKI Jakarta menyerahkan data penerima bansos kepada Kemensos. Pada tanggal yg sama, Pimpinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta (Gubernur, Pangdam, Kapolda, Pangkoarmada 1, Pakoops AU, Danlantamal, Kajati, Kabinda, Kasurgab 1) mengadakan rapat bersama untuk menentukan tanggal pelaksanaan PSBB yaitu 10 April 2020. Dalam rapat itu juga diputuskan bahwa pendistribusian bansos dimulai pada 9 April, sehari sebelum PSBB.

Selanjutnya, dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Mendagri, pada tanggal 9 April 2020 yang dihadiri oleh Mensos dan Menko PMK, Gubernur DKI Jakarta melaporkan rencana pelaksanaan PSBB pada tanggal 10 April 2020 yang akan didahului oleh distribusi bansos pada 9 April 2020 sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan PSBB.

• 9-25 April 2020, Pemprov DKI Jakarta mendistribusikan bansos untuk 1.194.633 KK di DKI Jakarta. Berisi kebutuhan pokok untuk digunakan selama 1 minggu.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang dalam proses pendataan untuk distribusi bansos tahap dua. Pendataan itu dengan mendapatkan usulan dan masukan unsur RT/RW. Pemprov DKI Jakarta juga mendukung proses distribusi bansos dari Kemensos melalui tim Dinas Sosial dan Suku Dinas Sosial di masing-masing wilayah DKI Jakarta.

Terkait kesediaan anggaran pelaksanaan bansos, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan anggaran dalam bentuk Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp5,032 triliun dalam rangka penanganan Covid-19 yang dapat digunakan sewaktu-waktu dan apabila dibutuhkan jumlahnya dapat juga ditambahkan.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan tiga sektor, yakni penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan penanganan jaring pengaman sosial (termasuk bansos).






Halangi Patung Selamat Datang, PDIP Minta Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Dievaluasi

1 jam lalu

Halangi Patung Selamat Datang, PDIP Minta Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Dievaluasi

Pembangunan Halte Transjakarta yang menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang seperti kebalikan dari sikap Gubernur Anies Baswedan pada 2018.


Dugaan Kriminalisasi Anies Baswedan, Forum Advokat Indonesia Desak Dewas KPK Periksa Firli Bahuri

1 jam lalu

Dugaan Kriminalisasi Anies Baswedan, Forum Advokat Indonesia Desak Dewas KPK Periksa Firli Bahuri

Gaduh dugaan kriminalisasi Anies Baswedan, KPK menyayangkan penanganan kasus korupsi Formula E diseret-seret dalam kepentingan politik.


Alasan Surya Paloh Pilih Anies Baswedan Jadi Capres: Why Not The Best

2 jam lalu

Alasan Surya Paloh Pilih Anies Baswedan Jadi Capres: Why Not The Best

Surya Paloh memilih Anies Baswedan sebagai capres dari Partai Nasdem. Memilih yang terbaik dari yang baik-baik.


NasDem Deklarasi Anies Baswedan Capres 2024, PKS: Doakan Kami Segera Menyusul

2 jam lalu

NasDem Deklarasi Anies Baswedan Capres 2024, PKS: Doakan Kami Segera Menyusul

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menjadi capres usungan Partai NasDem yang bakal berlaga di Pilpres 2024.


Kata Anies Baswedan soal Cawapres: Akan Diberikan yang Terbaik Jalannya

3 jam lalu

Kata Anies Baswedan soal Cawapres: Akan Diberikan yang Terbaik Jalannya

Partai NasDem mempersilakan Anies Baswedan memilih sendiri bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya


Partai Demokrat Ungkap Kedekatan Anies Baswedan dengan AHY

3 jam lalu

Partai Demokrat Ungkap Kedekatan Anies Baswedan dengan AHY

AHY disebut-sebut bakal disodorkan menjadi cawapres oleh Partai Demokrat untuk mendampingi Anies Baswedan.


Surya Paloh Yakin PKS dan Demokrat Bersatu Usung Anies Baswedan Capres 2024

3 jam lalu

Surya Paloh Yakin PKS dan Demokrat Bersatu Usung Anies Baswedan Capres 2024

Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengungkapkan hubungan dengan PKS dan Demokrat baik dan semakin dekat. Menurut dia Anies Baswedan yang terbaik.


Politikus NasDem Minta Anies Baswedan Tak Buru-buru Tentukan Cawapres

4 jam lalu

Politikus NasDem Minta Anies Baswedan Tak Buru-buru Tentukan Cawapres

Taufiqulhadi mengharapkan Anies Baswedan memilih cawapres yang dapat mendukungnya untuk bermanuver.


Anies Jadi Capres NasDem, PDIP: Jangan Gunakan Panggung Gubernur DKI

4 jam lalu

Anies Jadi Capres NasDem, PDIP: Jangan Gunakan Panggung Gubernur DKI

"Hari ini Pak Anies statusnya sudah berubah, jangan menggunakan jabatan dia di DKI Jakarta untuk kepentingan pribadi," kata Sekretaris DPD PDIP DKI


Anies Baswedan Diusung Jadi Capres 2024, PDIP DKI: Mudah-mudahan Berhasil

4 jam lalu

Anies Baswedan Diusung Jadi Capres 2024, PDIP DKI: Mudah-mudahan Berhasil

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meyakini Anies Baswedan mampu meneruskan pembangunan di Indonesia.