Rapid Test di Rutan Pondok Bambu, 24 Narapidana Reaktif Corona

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test. ANTARA

    Ilustrasi rapid test. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pondok Bambu, Jakarta Timur melaksanakan rapid test corona terhadap 309 narapidana, 138 petugas, dan 2 orang bayi pada 9-11 Mei 2020. Dari tes tersebut, sebanyak 2 orang petugas dan 24 orang narapidana memiliki hasil tes reaktif corona. 

    "12 warga binaan reaktif telah menjalani tes PCR dan dikarantina di Rumah Sakit Pengayoman. Sedangkan dua petugas menjalani isolasi mandiri di rumah dan diperintahkan melapor ke puskesmas atau rumah sakit rujukan COVID-19," ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reynhard Silitonga dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Mei 2020. 

    Untuk 12 narapidana dengan hasil rapid tes reaktif lainnya, saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di kamar karantina Rutan Pondok Bambu. Mereka yang menjalani isolasi akan diawasi dengan ketat sambil menunggu hasil swab yang rencananya akan dilakukan pada 12 Mei 2020 oleh Puskesmas Duren Sawit Sudinkes Jakarta Timur. 

    “Pengawasan akan kami lakukan secara maksimal, termasuk dengan memberikan asupan makanan bergizi tinggi dan tambahan multivitamin agar daya tahan tubuh tetap baik,” kata Reynhard.

    Dirjen PAS bersama dengan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Ditjen PAS dan BNPB terus bekerja keras dalam mengkoordinir pencegahan, penanganan, pengendalian, dan penanggulangan COVID-19 di dalam penjara.

    Selain di Rutan Pondok Bambu,  rapid test juga digelar di Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sulawesi Utara. Dari hasil tes kepada 489 warga binaan pada Senin, 11 Mei 2020, sebanyak 3 orang petugas dan 25 orang warga binaan hasilnya reaktif atau terduga positif corona. Mereka saat ini menjalani karantina di Lapas Perempuan Kelas III.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.