Dua RW Grogol Utara Dikarantina Pasca 35 Warga Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jakarta Selatan menerapkan pembatasan sosial berskala lokal di dua rukun warga di Keluran Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama pasca temuan 35 warga positif Covid-19.

    Dua kawasan yang diterapkan karantina lokal itu berada di RW6 dan RW14 Kelurahan Grogol Utara.

    "Kami terapkan karantina lokal dengan menerapkan akses satu pintu dan cek poin di dua RW itu," kata Lurah Grogol Utara Sariman saat dihubungi, Selasa, 7 Juli 2020.

    Pemerintah menemukan 35 warga di dua RW itu positif Covid-19, penyakit yang disebabkan virus Corona. Mereka dinyatakan terpapar virus ini setelah menjalani tiga kali uji usap sejak medio bulan lalu. "Hampir semuanya orang tanpa gejala dan saat ini lima orang telah dinyatakan sembuh."

    Sariman menuturkan dua RW yang dikarantina diterapkan cek poin untuk mengawasi warga yang keluar masuk.

    Di dua RW itu pemerintah membatasi akses keluar masuk warga dan mewajibkan seluruh orang untuk menerapkan protokol kesehatan terkait temuan puluhan warga positif Covid-19. "Terutama menggunakan masker. Itu sangat diwajibkan."

    Pemerintah pun telah memasang westapel di beberapa titik strategis agar warga bisa mencuci tangan. Selain itu, warga bersama tiga pilar dari unsur TNI, Polri dan aparatur sipil negara juga dilibatkan dalam mengawasi penerapan karantina wilayah.

    "Masyarakat juga kooperasi dan mereka yang banyak membantu untuk mengawasi karantina di dua RW itu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.