Sepekan PSBB, Penumpang Angkutan Umum Turun 22,8 Persen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga-jaga dekat penumpang yang mengantre dengan menerapkan social distancing saat menunggu bus Transjakarta di halte Kalideres, Jakarta, 16 April 2020. Pemprov DKI Jakarta membatasi jumlah penumpang dan jam operasional angkutan umum dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penyebaran COVID-19. TEMPO/Fajar Januarta

    Petugas berjaga-jaga dekat penumpang yang mengantre dengan menerapkan social distancing saat menunggu bus Transjakarta di halte Kalideres, Jakarta, 16 April 2020. Pemprov DKI Jakarta membatasi jumlah penumpang dan jam operasional angkutan umum dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penyebaran COVID-19. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat adanya penurunan jumlah penumpang angkutan umum selama sepekan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

    "Terjadi penurunan rata-rata jumlah penumpang harian kendaraan umum perkotaan sebesar 22,83 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB Masa Transisi," ujar Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo dalam keterangan tertulis, Senin 21 September 2020.

    Syafrin mengatakan, hal yang sama juga terpantau pada jumlah penumpang angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang mengalami penurunan 43,85 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB transisi. Sedangkan untuk kapasitas penumpang, kata Syafrin selama PSBB ketat masih sama dengan fase transisi yaitu 50 persen kapasitas.

    Selain itu kata Syafrin, pantauan satu minggu pemberlakuan PSBB, angka kepadatan lalu lintas di Jakarta juga mengalami penurunan volume lalu lintas antara 5,23-19,28 persen jika dibandingkan saat pemberlakuan PSBB transisi.

    Syafrin mengatakan, selama PSBB ketat yang diberlakukan sejak 14 September lalu secara umum berdasarkan hasil pemantauan situasi lalu lintas di Jakarta relatif lancar.

    Selama pelaksanaan PSBB pemerintah DKI mengambil sejumlah kebijakan terkait sektor transportasi.

    Mulai dari meniadakan ganjil genap, jumlah kapasitas penumpang 2 orang per baris di kendaraan umum. Selain itu jumlah armada, dan jam operasional juga dikurangi selama PSBB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin