Polisi Tangkap Remaja Tersangka Pencurian Tabung Gas di Johar Baru

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memasukkan gas LPG kedalam tabung 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar LPG Makassar di kawasan Terminal BBM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 3 Oktober 2019. Setiap hari terminal tersebut memproduksi 22 ribu tabung 3 kg berisi gas dengan kapasitas 60-70 metrik ton untuk kebutuhan warga Makassar. ANTARA FOTO/Yusran Uccang

    Pekerja memasukkan gas LPG kedalam tabung 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar LPG Makassar di kawasan Terminal BBM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 3 Oktober 2019. Setiap hari terminal tersebut memproduksi 22 ribu tabung 3 kg berisi gas dengan kapasitas 60-70 metrik ton untuk kebutuhan warga Makassar. ANTARA FOTO/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap seorang tersangka pencurian tabung gas berinisial R, 14 tahun. Remaja laki-laki itu disangka mencuri tabung gas tiga kilogram dari rumah SS, di Kampung Rawa Sawah, RT 08/RW 08, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Ahad pagi, 27 September lalu.

    "Alasannya mencuri untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Kepala Kepolisian Sektor Johar Baru, Komisaris Supriadi saat dikonfirmasi, Ahad, 27 September 2020.

    SS mengetahui tabung gas di rumahnya dicuri setelah dibangunkan oleh tetangganya. Saksi melihat R masuk ke rumah SS. Mereka melaporkannya kepada polisi.

    Polisi memeriksa rumah SS, tak lama berselang, R diciduk di rumahnya. "Saat digeledah, didapatkan sebilah celurit bergagang merah dan tabung gas sudah dijual seharga Rp 70 ribu," kata Supriadi.

    R masih menjalani pemeriksaan di Polsek Johar Baru. Dia terancam dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.