Lima Taman di Jakarta Timur Dibuka Kembali untuk Umum

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan berbincang dengan temannya sembari duduk di ayunan di taman. (Unsplash/Bewakoof.com Official)

    Ilustrasi perempuan berbincang dengan temannya sembari duduk di ayunan di taman. (Unsplash/Bewakoof.com Official)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima taman di wilayah Jakarta Timur dibuka kembali untuk umum sejak Sabtu, 13 Maret lalu dengan pembatasan dan sejumlah aturan protokol kesehatan ketat. Kepala Seksi Taman Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur Randi Putera mengatakan lima taman itu adalah Taman PPA Blok Paitem di Bambu Apus, Taman Piknik di Cipinang Melayu, Taman Flamboyan di Cilangkap, Taman Apung di Ciracas dan Taman Delonix.

    "Jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari daya tampung saat kondisi normal," kata Randi Putera di Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021. Taman di Jakarta Timur mulai beroperasi pada pukul 07.00 - 17.00 WIB.

    Baca: Cegah Kerumunan Warga Pemerintah Kota Tangerang Tutup Taman Tematik

    Pengunjung hanya boleh berolahraga yang sifatnya pribadi, dan tidak boleh berkelompok. "Warga lanjut usia dan anak-anak usia 0-9 tahun juga dilarang berkunjung ke taman untuk sementara waktu," ujar Randi.

    Dari lima taman yang sudah buka, hanya tiga taman yang dikelola Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur. Dua taman lainnya dikelola langsung oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

    Warga yang berkunjung ke taman wajib mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan di tempat yang disiapkan. Suku Dinas Pertamanan juga menyiapkan tempat cuci tangan dari ember beserta sabun cair di setiap gerbang utama dan toilet. Setiap taman akan dijaga petugas keamanan dalam.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.