Polisi Temukan Senjata Lain Eks CEO Restock.id Si Koboi Duren Sawit

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Farid Andika, pengendara mobil Fortuner yang acungkan pistol ke warga. Foto/Potongan Video Istimewa

    Muhammad Farid Andika, pengendara mobil Fortuner yang acungkan pistol ke warga. Foto/Potongan Video Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya kembali menemukan satu senjata lagi milik mantan Chief Executive Officer (CEO) Restock.id, Muhammad Farid Andika alias MFA. Aksi koboi Farid menodongkan airsoft gun di Duren Sawit, Jakarta Timur membuatnya ditetapkan sebagai tersangka. 

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan penyidik senjata baru berjenis air gun. Senjata yang diacungkan oleh pengemudi Fortuner itu ketika menabrak pengendara motor di Duren Sawit beberapa hari lalu adalah airsoft gun.

    "Jadi total dua pucuk senjata," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 5 April 2021.

    Yusri mengatakan fokus penyidik saat ini adalah mencari dari mana airsoft gun itu didapatkan pengemudi Fortuner itu. Dari tangan Farid, polisi menemukan selembar kartu tanda anggota klub menembak Basis.  

    Dari hasil pemeriksaan terhadap Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia atau Perbakin DKI Jakarta, kata dia, organiasasi tersebut menyatakan tak pernah mengeluarkan kartu tanda anggota (KTA) atas nama Farid Andika.

    "Basis Shooting Club itu juga sudah tutup," kata Yusri.

    Baca juga: Pengemudi Fortuner Pakai Airsoft Gun, Polisi: Tak Ada Kartu Anggota untuk MFA

    Pada Jumat dini hari lalu, Farid Andika berlagak koboi di Duren Sawit dengan mengacungkan airsoft gun dari mobilnya. Eks CEO Restock.id itu mengeluarkan senjata setelah menabrak pengemudi sepeda motor dan menerabas lampu lalu lintas. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.