Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Komite Sebut Dua Kendala

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bersekolah dengan menggunakan masker. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

    Ilustrasi bersekolah dengan menggunakan masker. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

    Jakarta - Ketua Komite SMP Negeri 255 Jakarta Aulia Prima Kurniawan menemukan dua hambatan setelah melakukan uji coba pembukaan sekolah secara hybrid atau blanded sistem. SMPN 255 telah melaksanakan uji coba pembukaan sekolah secara hybrid, yang menggabungkan sistem sekolah tatap muka dengan metode daring, pada 30 Maret 2021.

    "Msalah yang kami temukan adalah kendala teknologi dan durasi yang panjang jika proses belajar dibuat bergantian," kata Prima saat dihubungi, Selasa, 6 April 2021. Durasi pembelajaran akan berlangsung lama karena guru akan memberikan dua materi yang sama kepada muridnya.

    Baca: Tujuh Sekolah Tatap Muka di Jakarta Pusat Mulai 7 April

    Jika sekolah menerapkan sistem hybrid, tidak semua infrastruktur sekolah dan tenaga pendidik mampu menggunakannya. Belum lagi sebagian siswa juga tidak mempunyai gawai dan internet yang mendukung sistem campuran itu. "Sebagian guru juga masih gaptek (gagap teknologi)."

    Sistem hybrid mewajibkan sekolah minimal mempunyai dua kamera yang digunakan untuk menyorot guru dan papan tulis dan kelas. Sedangkan saat ini sebagian besar sekolah tidak mempunyai infrastruktur untuk menerapkan sistem belajar campuran itu.

    "Kalau sekolah swasta sebagian besar pasti bisa menyediakan infrastrukturnya. Kalau negeri masih sulit," ujarnya.

    Pandemi ini berdampak terhadap semua sekolah dan peserta didik, beserta semua pemangku kepentingan. Menurut dia, perlu adanya penyesuaian standar minimum pelayanan pendidikan sesuai kondisi saat ini. "Selayaknya Kemendikbud menerbitkan standar pelayanan di masa pandemi." 

    Kebijakan penyesuaian standar pelayanan pendidikan berorientasi untuk menekan dampak pandemi dalam seluruh aspek sistem belajar. Menurut dia, ada tiga aspek yang harus disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan pembukaan sekolah selama pandemi, yakni aspek proses belajar mengajar baku, ketersediaan sumber daya manusia yang kreatif dan kompeten dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan infrastruktur.

    "Belum ada anggaran untuk standarisasi sistem kegiatan belajar mengajar untuk metode pelajaran jarak jauh, Hybrid,  dan sebagainya. Belum ada sama sekali."

    Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah siap menguji coba sekolah tatap muka tahap pertama pembukaan pembelajaran terbatas di 96 sekolah di Ibu Kota. "Dari SD sampai SMA akan kami uji cobakan di seluruh wilayah Jakarta," kata Riza di Balai Kota DKI, Rabu, 31 Maret 2021.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.