Penataan Kawasan Sunda Kelapa - Kota Tua Jakarta, Ini Harapan Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Anies Baswedan, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers usai penandatanganan Head of Aggreement (HoA) Pembentukan JV Kota Tua-Sunda Kelapa antara PT Jakarta Tourisindo,  PT Pengembang Pariwisata Indonesia/ IITDC, dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek di Taman Fatahillah, Jakarta Utara, Rabu, 28 April 2021. Tempo/Adam Prireza

    Gubernur Anies Baswedan, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers usai penandatanganan Head of Aggreement (HoA) Pembentukan JV Kota Tua-Sunda Kelapa antara PT Jakarta Tourisindo, PT Pengembang Pariwisata Indonesia/ IITDC, dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek di Taman Fatahillah, Jakarta Utara, Rabu, 28 April 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat akan mulai menata kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa-Kota Tua, Jakarta Utara sebagai destinasi wisata.

    Penataan kawasan itu ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Jakarta Tourisindo, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek hari ini di halaman Museum Fatahillah, Jakarta Barat, pada Rabu, 28 April 2021. 

    Penandatanganan kesepakatan itu membentuk Joint Venture (JV) antara ketiga perusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk mempercepat penataan kawasan Kota Tua - Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai destinasi wisata yang ramah pejalan kaki. Adapun area yang akan ditata seluas 240 hektar. 

    Gubernur Anies Baswedan mengatakan transformasi kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa ini melanjutkan yang sudah berlangsung sejak masa Gubernur Ali Sadikin, namun dengan cara yang baru. “Cara baru itu adalah kolaboratif, masif, dan terstruktur,” ucap Anies saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. 

    Anies menjelaskan, kolaboratif yang ia maksud adalah melibatkan banyak pihak, mulai dari pusat, daerah, swasta, UKM, dan pakar. Sedangkan masif berarti yang dikelola bukan hanya sejumlah bangunan saja, tetapi wilayah dari Sunda Kelapa-Kota Tua. Terakhir, terstruktur, adalah melalui pembentukan JV yang akan diberikan banyak fleksibilitas dan otoritas untuk mengelola. 

    Selain Anies, penandatanganan itu juga dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi serta sejumlah pejabat lainnya. Anies berharap dukungan dari Kementerian BUMN untuk mendorong revitalisasi aset, akses pendanaan baik government maupun nongovernment, serta mengoptimalkan peran ITDC untuk engembangkan Kota Tua.

    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar narasi tentang Kota Tua diangkat dalam khazanah sejarah dan budaya di Ibu Kota. Termasuk, kata Anies, dukungan dari Bank Indonesia khususnya pada program UKM. 

    Baca juga: Pembangunan Stasiun MRT Kota Terintegrasi dengan Penataan Kawasan Kota Tua 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.