IKAPPI: Giliran H-5 ke H-3 Lebaran Bakal Ada Ledakan Konsumen Pasar Tradisional

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2020. Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pasar tradisional rentan menjadi tempat penularan COVID-19 salah satunya akibat sarana pencegahan yang dinilai belum memadai. Data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat lebih dari 400 pedagang di 93 pasar terinfeksi virus corona. ANTARA

    Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2020. Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pasar tradisional rentan menjadi tempat penularan COVID-19 salah satunya akibat sarana pencegahan yang dinilai belum memadai. Data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat lebih dari 400 pedagang di 93 pasar terinfeksi virus corona. ANTARA

    Jakarta - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia memprediksi bakal terjadi puncak masyarakat yang mendatangi pasar tradisional menjelang Lebaran atau Idul Firti 2021 pekan depan.

    Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Muhammad Ainun Najib mengimbau masyarakat secara bertahap untuk belanja di pasar tradisional.

    Menurut Ainun, saat ini telah memasuki fase kedua kenaikan harga pangan menjelang Lebaran. IKAPPI memprediksi bahwa untuk komoditas perhiasan dan busana akan terjadi puncak kepadatan di hari Sabtu dan Minggu, dan untuk sembako bahan pangan akan terjadi H-5 sampai H-3 menjelang Lebaran.

    "Maka kami minta pemerintah untuk mengantisipasi tidak adanya kejadian kerumunan yang sebelumnya sempat terjadi," kata Ainun melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Mei 2021. Pada akhir pekan lalu kerumunan terjadi di Pasar Tanah Abang.

    Bahkan jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang menyentuh 100 ribu orang pada Ahad lalu.

    IKAPPI meminta masyarakat tidak berbelanja secara berlebihan. Menurut Ainun, belanja bisa dilakukan pada hari selain Sabtu dan Minggu.

    "Agar pasar tetap buka dan juga agar kerumunan dapat terhindari dilakukan pembelian hari-hari selain hari sabtu dan minggu."

    Selain itu, IKAPPI meminta masyarakat tidak membeli sembako dengan jumlah dan kapasitas yang berlebihan. Menurut dia, masyarakat bisa membeli dua hari sekali atau tiga hari sekali untuk kebutuhan lebaran.

    Jika warga memborong kebutuhan pangan secara berlebihan, kata dia, bisa mempengaruhi ketersediaan dan harga di pasar. Selain itu, IKAPPI meminta pemerintah provinsi tidak menggunakan sistem ganjil genap di kios-kios pasar tradisional.

    "Karena ini akan menambah penumpukan pembeli di kios-kios tertentu. Biarkan saja tetap terjadi seperti itu tetapi di awasi jalur masuk dan jalur keluarnya serta mengarahkan untuk berbelanja dengan tertib. Kami meminta masyarakat untuk ikut menjalankan protokol kesehatan di akhir ramadan kali ini," ujarnya terkait hari-hari menjelang Lebaran tersebut.

    IMAM HAMDI

    Baca juga : 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.