Pemprov DKI Gelar Pasar Murah Hingga H-1 Lebaran, Berikut Harganya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasar murah. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Ilustrasi pasar murah. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) DKI Suharini Eliawati mengatakan, pihaknya masih menggelar pasar murah hingga 12 Mei 2021 atau sehari sebelum Lebaran 1442 Hijriah.

    Menurut dia, pasar murah dan operasi pasar dilakukan oleh BUMD pangan Pemprov DKI di lima wilayah Ibu Kota sejak Januari 2021.

    "Menggunakan Mobile Food Truck ke kelurahan-kelurahan menjual bahan pangan strategis dengan harga terjangkau," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 9 Mei 2021.

    Komoditas pangan yang disediakan pasar murah terdiri dari beras, daging kerbau beku, daging beku sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, cabai, dan bawang.

    Berikut rincian harganya:
    - Beras Rp 8.800 sampai Rp. 11.900 per kilogram
    - Daging kerbau beku Rp 80 ribu per kilogram
    - Daging sapi beku Rp 100 ribu sampai Rp 104 ribu per kilogram (tergantung spesifikasi)
    - Daging ayam Rp 31.500 per kilogram
    - Telur ayam Rp 21.500 per kilogram
    - Minyak goreng Rp 14 ribu per kilogram
    - Gula pasir Rp 12 ribu
    - Bawang putih Rp 20 ribu per kilogram
    - Bawang merah Rp 25 ribu per kilogram
    - Cabai merah keriting Rp 30 ribu per kilogram
    - Cabai rawit merah Rp 40 ribu per kilogram

    Suharini menambahkan, masyarakat dapat membeli daging sapi dan kerbau beku melalui situs https://shopee.co.id/ipanganandotcom.

    "Masyarakat juga dapat melakukan pembelian daging sapi dan daging kerbau beku melalui on line shopping," dia menjelaskan ihwal pasar murah itu.

    Baca juga : Hingga H-5 Lebaran, Sudah 245 Ribu Kendaraan Keluar dari Jakarta

    LANI DIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.