Ini Fakta-fakta Sidang Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang kasus kerumunan di Petamburan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang hanya bisa dipantau melalui layar televisi Pengadilan pada Kamis, 22 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suasana sidang kasus kerumunan di Petamburan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang hanya bisa dipantau melalui layar televisi Pengadilan pada Kamis, 22 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang lanjutan dengan terdakwa Rizieq Shihab pada Senin, 10 Mei 2021. Agenda utamanya adalah pemeriksaan saksi ahli yang dihadrikan terdakwa atau kuasa hukumnya.

    "Saksinya ada dua orang, dan mungkin dilakukan melalui video teleconference di mana saksi akan bersaksi dari Pengadilan Negeri Surakarta," kata Kepala Humas Pengadilan Negeri atau PN Jakarta Timur Alex Adam Faisal dalam keterangan tertulisnya, Senin, 10 Mei 2021.

    Setelah agenda itu, pengadilan menjadwalkan sidang dilanjutkan ke pemeriksaan Rizieq Shihab sebagai terdakwa dalam kasus kerumuman Megamendung, Jawa Barat. Agenda berikutnya juga berpotensi digelar di hari ini.

    Berikut fakta-fakta sidang hari ini:

    1. Refly Harun Saksi

    Pakar hukum tata negara Refly Harun dihadirkan sebagai salah satu saksi ahli oleh pihak terdakwa Rizieq Shihab dalam sidang kasus kerumunan

    Dalam sidang kali ini, selain Refly Harun, terdakwa Rizieq Shihab dan tim kuasa hukum juga menghadirkan satu saksi ahli lain, yaitu dosen hukum kesehatan Sekolah Tinggi Hukum Militer Jakarta M. Nasser.

    "Baik saudara saksi silahkan berdiri untuk diambil sumpahnya," kata Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa sebelum memulai sidang.

    2. Hakim Tunda Sidang Tuntutan Kasus Kerumunan

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunda sidang dengan agenda tuntutan pada kasus kerumunan dengan terdakwa Rizieq Shihab yang seharusnya diagendakan hari Senin ini.

    Penundaan tersebut lantaran pihak terdakwa dan kuasa hukum meminta hakim untuk menghadirkan kembali saksi ahli yang meringankan.

    Setelah melalui diskusi yang alot, Majelis Hakim yang diketuai Suparman Nyompa menyetujui permohonan tersebut.

    "Jadi penuntut umum terpaksa kita mundurkan pembacaan tuntutannya. Paling nanti tanggal 18 (Mei) kita bacakan tuntutannya," kata Suparman Nyompa di persidangan PN Jakarta Timur, Senin, 10 Mei 2021.

    3. Jaksa Pertanyakan Video Agenda dari Arab Saudi

    Tim jaksa yang dipimpin oleh Diah Yuliastuti dalam perkara kerumunan di Megamendung mempertanyakan alasan Rizieq Shihab menyebarkan video agenda kegiatannya. Video itu diduga menyebabkan banyak orang berkerumun menyambut Rizieq di Megamendung Ketika eks pimpinan FPI itu hendak ke pondok pesantrennya.

    Dalam video itu, Rizieq menyampaikan rencana kegiatannya setelah kembali dari Arab Saudi, yaitu melakukan peletakan batu pertama Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat FPI di Megamendung. Pulang dari Megamendung, Rizieq juga menggelar kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putrinya di Petamburan. 

    "Video itu saya buat di Kota Suci Mekah," kata Rizieq saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 10 Mei 2021.

    Rizieq mengatakan video itu dibuat beberapa hari sebelum dia terbang ke Indonesia. Video dikirim dan diunggah oleh akun Youtube DPP Front Pembela Islam atau FPI.

    4. Detik-detik Rizieq Shihab di Kerumunan Gadog

    Rizieq Shihab menceritakan detik-detik dirinya melalui kerumunan di simpang Gadog, Megamendung, Jawa Barat. Saat itu akan menghadiri acara peletakan batu pertama Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat pada Jumat, 13 November 2020.

    Rizieq mengaku ke Megamendung setelah salat subuh di area Tebet, Jakarta Selatan.

    Dia dan rombongan dalam mobil kemudian masuk ke jalan tol arah Puncak Bogor.

    "Begitu saya keluar tol, masih sepi, tol yang arah ke Puncak bukan yang arah ke Ciawi ya. Begitu sampai di Simpang Gadog, ternyata orang sudah penuh di sana," kata Rizieq memberi kesaksian dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 10 Mei 2021.

    Akibat kerumunan orang itu, mobil yang dikendarai Rizieq tak bisa jalan menuju Markaz Syariat. Rizieq kemudian menunjukkan dirinya dengan keluar dari sunroof mobil.

    "Saya minta mereka memberi jalan," kata Rizieq.

    Di saat-saat itu, sejumlah orang disebut menerobos untuk mencium tangan atau memeluk Rizieq. Mantan pimpinan Front Pembela Islam atau FPI itu kemudian meminta bantuan menantunya, Hanif Alatas untuk mengimbau warga. Alasannya, suara Rizieq saat itu habis.

    5. Rizieq Shihab Bantah Ponpes Megamendung Tolak Tes Satgas Covid-19

    Rizieq Shihab mengakui bahwa Satgas Covid-19 Bogor mengirimkan surat kepada pengurus Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat di Megamendung, pasca acara peletakan batu pertama di lokasi itu.

    "Kemudian kami jawab, kami ini bukan saya ya, tapi pengruus pesantren, bahwa kita sampaikan santri ini suduah ada tim Mer-C," kata Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 10 Mei 2021.

    Menurut Rizieq, tim Mer-C sudah melakukan rapid test kepada para santri. Tim yang pernah digunakan Rizieq di Rumah Sakit Ummi Bogor itu, juga disebut menyediakan pengawasan isolasi mandiri serta obat-obatan.

    "Jadi bukan kita menolak, mereka (Satgas Covid-19) bilang, kalau sudah rapid test, ya nggak rapid test lagi," kata dia.

    Setelah jawaban itu, lanjut Rizieq, tim Satgas melakukan penyemprotan disinfektan di dalam pondok pesantren Megamendung. Untuk kegiatan itu, pengurus pondok pesantren disebut mengizinkan satgas.

    HENDARTYO HANGGI | YUSUF MANURUNG

    Baca: Hakim Tunda Sidang Tuntutan Kasus Kerumunan, Ini Konsekuensi Buat Rizieq Shihab


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.