Penumpang Kereta Api Jarak Jauh yang Turun di Jakarta Belum Ramai

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik dengan kereta api. ANTARA/Reno Esnir

    Ilustrasi mudik dengan kereta api. ANTARA/Reno Esnir

    JAKARTA- Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan arus penumpang yang datang menggunakan kereta api jarak jauh di kawasan Ibu Kota belum ramai. Menurut dia, pada masa pelarangan mudik, 6-17 Mei 2021, jumlah kereta api yang tiba tercatat tujuh kereta per hari. 

    “Jumlah kereta api yang datang juga masih terbatas sama dengan jumlah yang berangkat,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 17 Mei 2021. 

    Dari tujuh kereta api yang tiba di area Daop 1 Jakarta pada hari ini, empat kereta di antaranya tiba di Stasiun Gambir dan sisanya di Stasiun Pasar Senen. Volume kedatangan penumpang hingga kini juga masih landai. 

    Sebanyak 1.200 penumpang tercatat akan tiba di Stasiun Pasar Senen hari ini, sedangkan di Stasiun Gambir sekitar 900 penumpang. Angka itu lebih sedikit jika dibandingkan dengan volume kedatangan di masa pandemi.

    Normalnya, di masa pandemi untuk volume kedatangan di Stasiun Pasar Senen berkisar hingga sekitar lima ribu penumpang. "Untuk Stasiun Gambir berkisar hingga 3.500 penumpang,” kata Eva. 

    Ia memastikan seluruh penumpang yang tiba di Stasiun Gambir maupun Pasar Senen telah memenuhi persyaratan kesehatan. Pemeriksaan persyaratan berkas bebas Covid-19 untuk seluruh penumpang telah dilakukan di stasiun awal keberangkatan, daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur. 

    “Melalui pemeriksaan persyaratan berkas PCR, rapid Antigen atau Genose Test di awal, maka pengguna kereta api yang tiba di stasiun akhir dapat langsung keluar melalui pintu kedatangan,” kata Eva. 

    Baca: KAI Batalkan Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh karena Lintasan Tergenang Banjir

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.