Heboh Penemuan Mayat Bayi di Bekasi, Ketua RT Ungkap Dugaan Hubungan Sedarah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat Bayi / Bayi Meninggal Duni. theage.com.au

    Ilustrasi Mayat Bayi / Bayi Meninggal Duni. theage.com.au

    TEMPO.CO, Bekasi - Sesosok mayat bayi baru lahir ditemukan di kebun kosong di Kampung Setu, RT 04 RW 01, Kelurahan Bintara Jaya, Kota Bekasi, Selasa lalu. Polisi menangkap kakak beradik yang diduga orang tua bayi itu.

    Ketua RT setempat, Nasrudin mengatakan, mayat bayi itu ditemukan oleh warga Bintara Jaya ketika melintas di kebun kosong itu.

    Penemuan mayat bayi itu dilaporkan ke aparat Polsek Bekasi Kota. Tak lama kemudian polisi tiba di lokasi kejadian pukul 15.30.

    "Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Nasrudin kepada wartawan, Kamis 10 Juni 2021.

    Hasil identifikasi polisi, bayi dibuang itu berjenis kelamin perempuan. Diduga bayi itu telah meninggal lima jam sebelum ditemukan. Jasad bayi itu dievakuasi ke RS Polri Kramajati di Jakarta Timur.

    "Alhamdulillah dalam waktu yang tidak cukup lama pelakunya ditangkap," kata Nasrudin.

    Menurut Ketua RT itu, bercak darah di lokasi penemuan mayat bayi menjadi petunjuk pengungkapan kasus tersebut. Menurut dia, polisi menelusuri ceceran darah yang bersumber dari sebuah rumah tidak jauh dari lokasi kejadian. Di sana kakak beradik lalu ditangkap polisi.

    Juru bicara Polres Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing membenarkan sudah ada yang ditangkap dalam perkara penemuan mayat bayi di kebun kosong ini. Tak disebutkan lebih detail identitasnya pelaku. Ia menyebut, kasusnya masih dalam penyidikan unit perlindungan perempuan dan anak. "Masih didalami," kata Erna.

    ADI WARSONO

    Baca juga: Asisten Rumah Tangga Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap ke Kali di Pulogadung


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.