Dinas PUPR Depok: Revitalisasi Jalan Margonda Telan Anggaran Rp 17,5 Miliar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi aktivitas warga di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa 12 Januari 2021. Depok dan Karawang menjadi permasalahan yang serius lantaran bertahan di zona merah selama empat minggu berturut-turut. TEMPO/Subekti.

    Suasana sepi aktivitas warga di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa 12 Januari 2021. Depok dan Karawang menjadi permasalahan yang serius lantaran bertahan di zona merah selama empat minggu berturut-turut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Depok – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, revitalisasi jalan Margonda Raya akan menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 17,5 miliar. 

    Dadan mengatakan, anggaran dari APBD Kota Depok itu akan dibagi kedalam tiga segmen revitalisasi Margonda Raya. Segmen 1 menghabiskan anggaran Rp 3 Miliar, segmen 2 senilai Rp 7,5 Miliar dan segmen 3 senilai Rp 7 Miliar.

    “Ketiga segmen itu akan dikerjakan tahun ini, tapi saat ini yang sudah masuk dalam tahap sosialisasi baru segmen 1 senilai Rp 3 miliar,” kata Dadan dikonfirmasi Tempo, Sabtu 12 Juni 2021.

    Dadan mengatakan, segmen 1 ini akan dikerjakan sepanjang kurang lebih 2,2 kilometer atau membentang dari Simpang Siliwangi hingga Simpang Ramanda, sementara segmen 2 akan dikerjakan sepanjang 3 kilometer (Simpang Ramanda – Simpang Juanda), dan segmen 3 sepanjang 3 kilo (Simpang Juanda – Flyover UI).

    ADVERTISEMENT

    “Keseluruhan segmen itu diperkirakan selesai di akhir tahun 2022,” kata Dadan.

    Lebih jauh, Dadan menegaskan, revitalisasi Jalan Margonda Raya tahun ini adalah perbaikan jalur sepeda dan perapihan trotoar serta utilitas.

    “Jadi fokusnya memang untuk jalur sepeda, karena jalur sepeda itu awalnya ada dibawah trotoar, ini yang akan kita naikkan jadi sejajar dengan trotoar, dan perbaikan trotoar seperti jaringan utilitas dan yellow line (jalur tuna netra),” demikian Dadan. 

    Dadan memastikan, untuk revitalisasi yang dilakukannya hanya sepatas infrastruktur utama, sementara infrastruktur pendukung seperti halte dan bangku taman, merupakan kewenangan dari dinas lain.

    “Kalau Dinas PUPR fokus pada revitalisasi infrastruktur, kalau nanti di trotoar itu ada perbaikan atau penambahan halte, penambahan bangku taman dan sebagainya, itu kewenangan dinas lain,” kata Dadan.

    Sebagai informasi, saat ini proses revitalisasi Jalan Margonda Raya masih dalam tahap mencari konsultan yang akan melakukan supervisi terhadap rencana revitalisasi segmen I. Konsultan dicari dengan skema seleksi dan anggaran yang digelontorkan untuk supervisi tersebut yakni Rp 200 juta.

    Baca juga : Jalan Margonda Depok Direvitalisasi, Lagi  

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.