Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Setelah Laporkan Kapolres Tangsel ke Divisi Propam Polri, Pengusaha ini ke LPSK Bawa Bukti Penembakan Kantornya

Reporter

image-gnews
Ilustrasi penembakan. timeout.com
Ilustrasi penembakan. timeout.com
Iklan

TEMPO.CO, Tangerang - Setelah laporkan Kapolres Tangsel ke Divisi Propam Polri, Komisaris  PT Sampurna Sistem Indonesia (SSI) Budi Priyantono kembali mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) pada Jumat, 26 April 2024. Ia datang untuk menyerahkan bukti fisik berupa dokumen foto dan video termasuk hasil percakapan yang ditengarai mendukung laporannya tentang intimidasi dan teror yang diterimanya, termasuk bukti penembakan kantornya di Buaran Indah, Kota Tangerang.

"Betul saya minta perlindungan ke LPSK. Kemarin hari Kamis saya telah datang melapor meminta perlindungan dan hari ini menyerahkan bukti fisik di antaranya video dan foto penembakan kantor saya beberapa lalu termasuk ancaman pembunuhan," kata Budi Priyantono saat dihubungi, Jumat siang, 26 April 2024.

Budi menyatakan selain menuntut keadilan dengan melaporkan Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Ibnu Bagus Santoso dan Kasatreskrim Ajun Komisaris Polisi Alvino Cahyadi ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri atas dugaan kriminalisasi dengan penetapan dirinya sebagai tersangka penggelapan dan penipuan yang menurutnya tidak dilakukan. Kini Budi merasa perlu meminta perlindungan LPSK.

"Kantor saya ditembak pada malam hari. Peristiwa itu sudah beberapa waktu lalu. Tapi saya dilarang melapor. Ditembak kaca, peluru mengenai sofa biasa tempat saya duduk," kata Budi.

Penembaknya setelah diusut diduga anggota salah satu Polsek wilayah hukum Polres Tangsel.  Menurut Budi, kasus penembakan sempat ditangani Polres Metro Tangerang tetapi tidak berlanjut proses hukumnya.

Selain itu, Budi mengaku pernah diancam hendak dihabisi nyawanya melalui pesan WhatsApp. Menurut dia, si pengancam adalah anggota Polri di wilayah hukum Polres Tangsel juga. Alasan Budi ketika itu tidak melaporkan karena demi keselamatan keluarga. 

Diduga Ada Beking Jenderal 

Budi Priyantono juga memastikan ada beking jenderal bintang dua di balik penetapan tersangka penggelapan dan penipuan terhadapnya. Pengusaha mesin asal Kota Tangerang itu blak-blakan mengatakan ada intervensi dari seseorang di jajaran Polri.

"Ini tidak fair. Saya berani sampaikan karena saya ada bukti percakapan permintaan penyidik agar kasus saya di hold, ada atensi," kata Budi saat ditemui TEMPO pada Kamis malam, 24 April 2024, sembari menunjukkan bukti dan dokumen tersebut.

Budi menengarai penyidik Polres Tangsel tidak takut kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tetapi lebih tunduk kepada si jenderal bintang dua yang terang-terangan namanya disebut Budi. "Kami korban, menuntut keadilan. Saya mengadu ke Pengaduan Masyarakat (Dumas), itu enggak murah lho, bayar. Tapi kok saya diperlakukan begini. Biro Pengawasan Penyidikan dilangkahi Polres Tangsel, kok bisa begitu?" ujar Budi.

Budi Priyantono mengungkapkan sebelum dijadikan tersangka, dia pernah melaporkan masalahnya melalui Dumas ke Kepala Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri dengan Surat Nomor : 051/SSI/PH/VI/2023 tertanggal 9 Juni 2023. Laporan ini sudah gelar perkara secara khusus oleh Biro Wassidik Bareskrim Polri pada 12 juli 2023.

Dalam gelar perkara tersebut, ahli pidana menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam laporan polisi oleh PT. Kobe Boga Utama (KBU). Pada waktu itu, pihaknya kemudian menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Dumas (SP3D) Nomor: B/12139/IX/RES.7.5./2023/Bareskrim tertanggal 29 September 2023, isinya memberi petunjuk dan arahan kepada penyidik agar melakukan pemeriksaan konfrontir.

“Namun penyidik Polres Tangsel tidak melakukan konfrontasi. Justru mengarahkan saya untuk mengajukan Restorative Justice" kata Budi. Padahal, berdasarkan SP3D, hasil gelar perkara khusus harus dilaksanakan oleh penyidik dan bukan melakukan Restorative Justice.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Saya sangat menyayangkan kinerja anggota Satreskrim Polres Tangsel yang langsung menetapkan saya sebagai tersangka. Karena itu saya melaporkan kasus ini ke Divisi Propam Polri, Propam PMJ, Komisi III DPR dan Kompolnas, untuk meminta perlindungan hukum," ujarnya.

Menanggapi pelaporan pihaknya ke Divisi Propam Polri, Kapolres Tangsel Ibnu Bagus Santoso yang semula berjanji menyampaikan penjelasan malah menyarankan menghubungi Kasat Reskrim Alvino Cahyadi atau Humas Polres Tangsel. Humas Polres Tangsel Ajun Komisaris Polisi Agil Sahril menyatakan perkara yang melibatkan PT. SSI dan Budi Priyantono sudah masuk dalam ranah penyidikan.

"Berdasarkan fakta-fakta yang disajikan penyidik dalam gelar perkara para peserta gelar perkara sudah sepakat, terhadap perkara tersebut sudah cukup bukti untuk ditingkatkan status dari saksi terlapor menjadi tersangka," kata Agil dihubungi terpisah.

Agil tidak mau berkomentar terkait dilaporkannya Polres Tangsel ke Divisi Propam Polri. "Mohon maaf, sudah masuk ke dalam ranah penyidikan," ujarnya. Kadiv Propam Polri Inspektur Jenderal Syahardiantono pun dihubungi berkali-kali belum merespons konfirmasi WhatsApp TEMPO.

Posisi Kasus PT SSI Vs PT KBU

Budi menceritakan kronologi kerja sama perusahaannya, PT SSI dengan PT KBU yang berujung wanprestasi. Kerja sama itu dimulai pada 2018.

Awalnya bermula ketika  PT SSI mengimpor sejumlah mesin atas permintaan PT KBU. Mesin yang didatangkan dari Cina itu bernilai Rp 5.078.205.000. Dari jumlah itu,  PT KBU  hanya melakukan pembayaran dua termin yaitu Down Payment (DP) dan before delivery. Saat ini total utang PT KBU yang belum dibayarkan yaitu Rp 1.966.776.700.

"Jadi secara hukum, hubungan antara saya dan pelapor adalah perikatan perdata. Namun pada perjalanannya, PT KBU mangkir membayar pelunasan utangnya," ujar Budi.

Utang senilai Rp 1.966.776.700, terhadap mesin-mesin yang dipesannya itu padahal sudah diberikan kelonggaran dengan cara PT SSI  melakukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pihaknya pun sudah melakukan somasi dua kali ke PT.KBU, namun tidak ada respons. "Malahan kami dilaporkan di Polres Tangsel dan Polda Metro Jaya,” ujar Budi.

PT. KBU melaporkan Budi ke Polres Tangsel dengan nomor laporan Nomor : LP/B/2007/X/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA tertanggal 17 Oktober 2022 dengan pasal penipuan dan penggelapan. Penyidik Polres Metro Tangsel malah menetapkan Budi sebagai tersangka melalui Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka Nomor : B/1156/III/RES.1.11./2024/Reskrim tertanggal 28 Maret 2024.

Pilihan Editor: Kapolres Jakut Klaim Kawasan Wisata Ancol Aman, Belum Ada Laporan Tindak Kriminal

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Polisi Kantongi Identitas Pengirim Paket 30 Kg Ganja ke Tanjung Priok: Bernama Bhegeng

26 menit lalu

Polisi menyita barang bukti narkoba jenis ganja yang disimpan di rumah pelaku di Tanjung Priok, Jakarta Utara.ANTARA/HO-Polda Metro Jaya
Polisi Kantongi Identitas Pengirim Paket 30 Kg Ganja ke Tanjung Priok: Bernama Bhegeng

Bhegeng masuk ke dalam DPO karena kirim paket 30 kilogram ganja dari Medan.


Penembakan Picu Kerusuhan di Puncak Jaya, Pj Gubernur Papua Tengah: Sudah Kondusif

1 jam lalu

Kendaraan milik TNI-Polri di bakar massa saat kerusuhan di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Foto: ANTARA/HO/Dokumentasi
Penembakan Picu Kerusuhan di Puncak Jaya, Pj Gubernur Papua Tengah: Sudah Kondusif

Kerusuhan terjadi di Mulia, Puncak Jaya, Papua Tengah setelah tiga orang diduga anggota TPNPB-OPM ditembak TNI pada Selasa kemarin


Paket 30 Kilogram Ganja di Tanjung Priok Diduga untuk Diedarkan di Jakarta

1 jam lalu

Polisi menyita barang bukti narkoba jenis ganja yang disimpan di rumah pelaku di Tanjung Priok, Jakarta Utara.ANTARA/HO-Polda Metro Jaya
Paket 30 Kilogram Ganja di Tanjung Priok Diduga untuk Diedarkan di Jakarta

Paket ganja tersebut berasal dari Medan dan rencananya akan diedarkan di Jakarta.


Usut Pembunuhan Petugas TPST Bantargebang, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

2 jam lalu

Sejumlah petugas menggunakan eskavator melakukan  proses pendinginan TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu 29 Oktober 2023. Menurut keterangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta sebanyak 19 mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api pada kebakaran yang terjadi pada pukul 13.30 WIB dan penyebab kebakaran di zona 2 TPST tersebut masih dalam penyelidikan. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Usut Pembunuhan Petugas TPST Bantargebang, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Polisi telah mengerahkan anjing pelacak untuk mengusut dugaan pembunuhan petugas TPST Bantargebang.


Berkas Perkara Firli Bahuri Masih Mandek di Polda Metro Jaya

5 jam lalu

Pertemuan Firli Bahuri dengan Syahrul.
Berkas Perkara Firli Bahuri Masih Mandek di Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya terakhir kali mengirim berkas perkara Firli Bahuri ke Kejaksaan Tinggi Jakarta pada Januari lalu.


Pendaftaran Seleksi Calon Anggota Kompolnas 2024-2029 Ditutup, Jumlah Pendaftar Capai 137

16 jam lalu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto jumpa pers selepas mengumumkan sembilan nama anggota Panitia Seleksi Calon Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Periode 2024-2028 di Kantor Kemenko Polhukam RI, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024. Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi.
Pendaftaran Seleksi Calon Anggota Kompolnas 2024-2029 Ditutup, Jumlah Pendaftar Capai 137

Jumlah pendaftar seleksi calon anggota Kompolnas mencapai 137 orang.


Trump Gelar Kampanye Pertama setelah Percobaan Pembunuhan

16 jam lalu

Trump Gelar Kampanye Pertama setelah Percobaan Pembunuhan

Ini akan menjadi acara kampanye bersama pertama Donald Trump-JD Vance sebagai calon presiden-wakil presiden resmi AS dari Partai Republik.


Polisi Tangkap 2 Penerima Paket Ganja Seberat 30 Kilogram di Tanjung Priok

19 jam lalu

Paket kiriman ganja kering yang dikemas sebagai suku cadang sepeda motor pesanan seorang mahasiswa di Jakarta saat diperlihatkan di Markas Polsek Tambora, Jakarta Barat, Rabu 6 September 2023. Tempo/Advist Khoirunikmah
Polisi Tangkap 2 Penerima Paket Ganja Seberat 30 Kilogram di Tanjung Priok

Dua orang jadi tersangka dalam kasus paket 30 kg ganja asal Medan.


Jessica Wongso, Terpidana Kasus Kopi Sianida, Akan Ajukan PK

21 jam lalu

Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (tengah), memberikan salam seusai mengikuti sidang dengan agenda pembacaan vonis di PN Jakarta Pusat, Jakarta, 27 Oktober 2016. Jessica menyatakan tidak terima akan keputusan Majelis Hakim. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Jessica Wongso, Terpidana Kasus Kopi Sianida, Akan Ajukan PK

Pengacara Jessica Wongso, Otto Hasibuan, akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK).


Bos Meta Mark Zuckerberg Ogah Dukung Trump atau Biden dalam Pilpres AS

1 hari lalu

Mark Zuckerberg (Meta)
Bos Meta Mark Zuckerberg Ogah Dukung Trump atau Biden dalam Pilpres AS

CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg menolak mendukung Donald Trump atau Joe Biden dalam pilpres AS pada November mendatang