Anies Baswedan: DKI Kirim Surat Berkali-kali ke Kemenkes Naikkan Tes Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada media usai mengikuti apel bersama Penegakan Pendisiplinan PPKM Berskala Micro TA 2021 di Jakarta, Minggu, 13 Juni 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, apel kesiapan tersebut dilakukan terkait dengan adanya penambahan kasus COVID-19 di Jakarta yang tinggi dalam satu pekan terakhir yaitu dari 11.500 pada 6 Juni lalu menjadi 17.400. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada media usai mengikuti apel bersama Penegakan Pendisiplinan PPKM Berskala Micro TA 2021 di Jakarta, Minggu, 13 Juni 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, apel kesiapan tersebut dilakukan terkait dengan adanya penambahan kasus COVID-19 di Jakarta yang tinggi dalam satu pekan terakhir yaitu dari 11.500 pada 6 Juni lalu menjadi 17.400. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan pemerintah DKI hanya memiliki kapasitas tes Covid-19 sebanyak 150 sampel per hari pada awal pandemi, Maret 2020.

    Waktu itu, menurut dia, pemerintah DKI tak punya kewenangan untuk melakukan testing.

    "Kami sampai harus mengirim surat beberapa kali kepada Kementerian Kesehatan atau Kemenkes meminta untuk diberikan kewenangan melakukan testing," kata dia dalam webinar BPK RI, Kamis, 17 Juni 2021.

    Anies memaparkan, dulu testing Covid-19 hanya bisa dilakukan oleh pihak laboratorium milik Kemenkes. Tanpa wewenang untuk melakukan testing, pemerintah DKI tak bisa memperoleh reagen.

    ADVERTISEMENT

    Reagen diperlukan untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.

    "Reagen hanya bisa diberikan kepada laboratorim yang sudah memiliki otoritas," ucap dia.

    Padahal, Anies melanjutkan, salah satu cara untuk menangani wabah Covid-19 di Ibu Kota adalah dengan menambah kapasitas tes Covid-19 dan rumah sakit. Di sisi lain, warga harus mengurangi mobilitas dengan tetap berada di rumah.

    "Jadi strategi besarnya diseimbangkan, warganya tinggal di rumah supaya penularan Covid-19 berkurang, kemampuan testing kita ditingkatkan," kata Anies Baswedan lagi.

    Baca juga : Begini JPU Tuding Rizieq Shihab - Menantu Bikin Video Bohong Tes Covid-19
    #Jagajarak, #Cucitangan, #Pakaimasker


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.