Viral Mural Tuhan Aku Lapar di Tangerang, Polisi: Hanya Penyaluran Aspirasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mural bertuliskan

    Mural bertuliskan " Tuhan, Aku Lapar " terpampang di Jalan Arya Wangsakara, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang viral. Istimewa

    TEMPO.CO, Tangerang- Mural bertuliskan "Tuhan Aku Lapar" di Jalan Raya Arya Santika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial. Kalimat dengan huruf kapital jumbo berwarna putih mengilap itu sempat diabadikan sejumlah pengguna jalan, Jumat petang kemarin. Namun, dalam hitungan jam tulisan itu hilang dan dibersihkan.

    Pembuat mural itu adalah R, 26 tahun dan DF 22 tahun, warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. "Mereka hanya menyalurkan aspirasi kreasi seni," kata Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Wahyu Sri Bintoro kepada TEMPO, Sabtu 25 Juli 2021.

    Wahyu mengatakan mendatangi langsung rumah pembuat mural  itu untuk memastikan keadaan ekonomi keluarga mereka. "Negara hadir memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan masyarakat. Sekaligus kami mengecek kondisi ekonomi pembuat mural," kata Wahyu.

    Menurut Wahyu, kedua pembuat mural itu dari latar belakang keluarga yang relatif berada. "Yang R tinggal di rumah mertua dan saat ini bekerja. Di rumah mertua ada dua unit mobil. Dan  DF juga tinggal di perumahan."

    Saat mendatangi rumah pembuat mural di lokasi yang berbeda, Wahyu memberikan bantuan. "Alhamdulillah kedua Rumah pembuat tulisan sudah disambangi dan kita berikan dukungan beras serta kebutuhan pokok lainnya."

    Selain itu, kata Wahyu, Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan bahan pangan kepada keluarga R dan DF, pembuat mural yang viral itu.

    Baca: Viral Pemalakan Sopir Kontainer di Cilincing, Polisi: 3 Pelakunya Ditangkap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.