Pasien Isolasi Mandiri di Rumah Diminta Pindah ke Fasilitas Pemerintah DKI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan kamar untuk dipakai pasien Covid-19 menjalani isolasi di rumah isolasi terpusat Bekasi Berantas Pendemi (Berani) di kawasan Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 28 Juli 2021. Sebanyak 660 tempat tidur untuk pasien dan nakes disiapkan pemerintah daerah setempat untuk dijadikan tempat isolasi mandiri. tempat ini disediakan untuk buruh pabrik dikawasan kabupaten Bekasi. Rumah isolasi terpusat ini disiapkan untuk memberikan tempat yang terkontrol agar pasien covid 19 dapat dipantau oleh tenaga kesehatan yang memadai. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas membersihkan kamar untuk dipakai pasien Covid-19 menjalani isolasi di rumah isolasi terpusat Bekasi Berantas Pendemi (Berani) di kawasan Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 28 Juli 2021. Sebanyak 660 tempat tidur untuk pasien dan nakes disiapkan pemerintah daerah setempat untuk dijadikan tempat isolasi mandiri. tempat ini disediakan untuk buruh pabrik dikawasan kabupaten Bekasi. Rumah isolasi terpusat ini disiapkan untuk memberikan tempat yang terkontrol agar pasien covid 19 dapat dipantau oleh tenaga kesehatan yang memadai. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengharapkan warga yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya pindah ke fasilitas isolasi yang disediakan oleh Pemerintah DKI Jakarta.

    "Yang rumah atau tempat isomannya tidak menunjang, kami minta pindah ke tempat yang kami sediakan," kata Riza," kata Riza saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu malam, 29 Juli 2021. Terutama untuk warga yang rumah atau tempat isolasi mandirinya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri.

    Pemerintah DKI telah menyediakan 184 lokasi isolasi di seluruh wilayah DKI Jakarta dengan kapasitas untuk 26.134 orang. "Masih banyak yang belum terisi, masyarakat masih banyak yang menggunakan rumah masing-masing untuk tempat isolasi," ujar Riza Patria

    Fasilitas isolasi yang diadakan Pemerintah DKI itu berupa unit rumah susun, masjid, GOR, sekolah, RPTRA, hingga rumah dinas lurah atau camat.

    Isolasi mandiri ini menjadi sorotan setelah sebelumnya kanal laporan warga LaporCOVID-19 melaporkan sebanyak 1.214 warga yang terpapar COVID-19 di Jakarta meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Angka itu berdasarkan data yang dihimpun koalisi warga LaporCOVID-19 hingga 22 Juli 2021.

    Data Analyst Lapor COVID-19 Said Fariz Hibban menyebutkan DKI Jakarta menjadi provinsi yang warganya paling banyak dilaporkan meninggal di luar rumah sakit atau fasilitas kesehatan. "Yang sudah di atas 1.000 itu lagi-lagi di DKI Jakarta, 5 kota sudah di atas 1.000," kata Said dalam konferensi pers daring Lapor COVID-19.

    Rinciannya, Jakarta Timur 403 orang, Jakarta Selatan 289, Jakarta Utara 204, Jakarta Pusat 162, dan Jakarta Barat 156.

    Dinas Kesehatan DKI mencatat ada 1.161 orang meninggal dunia di luar rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Jumlah itu lebih kecil dari yang dihimpun Lapor Covid-19.

    Meski paling tinggi, Lapor COVID-19 menyatakan bukan berarti angka kematian warga yang isolasi mandiri di Jakarta ini paling tinggi. Angka ini didapat karena sistem keterbukaan informasi di Jakarta yang lebih baik, bisa jadi daerah lain lebih tinggi dibanding Jakarta.

    Baca: Anies: Pasien Isolasi Mandiri Harus Dibantu Kebutuhan Pokok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.