Kabupaten Bekasi Genjot Vaksinasi Covid-19 Jadi 40.000 Orang Sehari

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Pegawai Unit Pelayanan Publik saat disuntik vaksin Covid-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 1 Maret 2021. Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi sebanyak 5260 pegawai Pelayanan Publik menjalani vaksinasi selama dua hari, dimulai hari ini hingga 2 Maret. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Ekspresi Pegawai Unit Pelayanan Publik saat disuntik vaksin Covid-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 1 Maret 2021. Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi sebanyak 5260 pegawai Pelayanan Publik menjalani vaksinasi selama dua hari, dimulai hari ini hingga 2 Maret. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Cikarang -Target vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditambah menjadi 40.000 orang sehari dari sebelumnya 33.000 guna mempercepat capaian kekebalan kelompok di daerah itu.

    "Target yang diminta Presiden Joko Widodo dan Pak Kapolri bertambah 7.000 orang dan diminta akhir September atau awal Oktober sudah terbentuk herd immunity," kata Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan di Cikarang, Sabtu, 25 September 2021.

    Hendra mengatakan target tersebut direalisasikan melalui capaian vaksinasi Covid-19 gabungan yang dilakukan kepolisian, TNI, serta Pemkab Bekasi di masing-masing gerai vaksinasi maupun skema vaksinasi lainnya.

    Dia mengaku saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bekasi sudah menyentuh 52 persen dari total sasaran vaksinasi sebanyak 2,4 juta jiwa berdasarkan data hingga akhir pekan lalu.

    "Oleh sebab itu kami bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT/RW dan komunitas. Tentunya kami juga mengimbau warga agar mau segera divaksin untuk membentuk herd immunity minimal 70 persen dari sasaran vaksinasi.

    Kapolres Metro Bekasi itu menyebar ratusan gerai vaksin di posko pedesaan hingga lingkungan RT/RW dengan menargetkan lebih dari 150 orang per hari per gerai.

    Pihaknya juga melakukan sejumlah upaya guna menarik minat masyarakat agar terdorong dan termotivasi untuk mendatangi gerai-gerai vaksinasi.

    "Kita memang harus edukasi terus ke masyarakat. Kami sambangi mereka untuk diantarkan ke gerai vaksinasi, saya juga sekaligus memberikan bantuan sembako sebagai stimulus agar mereka mau divaksin," ucapnya.

    Bagi lansia dan penyandang disabilitas juga disediakan layanan vaksinasi dari pintu ke pintu dengan mendatangi kediaman untuk menyuntik vaksin COVID-19.

    "Vaksinasi Covid-19 door to door juga diperuntukkan bagi warga yang enggan mendatangi gerai vaksin karena terkendala jarak. Segala upaya kami coba, saya optimis target ini mampu tercapai," kata dia.

    ANTARA
    Baca: Kasus Covid-19 di Jakarta Sulit Jadi Nol, Dinkes DKI: Harus Hidup Berdampingan
    #Jagajarak
    #Pakaimasker
    #Cucitanganpakaisabun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.