Warga Koja Keracunan Makanan Usai Konsumsi Nasi Boks, PSI: Bukan Kami yang Buat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi wanita muntah atau mual. Shutterstock

    Ilustrasi wanita muntah atau mual. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) DKI Jakarta Michael Victor Sianipar buka suara soal keracunan makanan di Koja usai makan nasi kotak. Michael mengatakan nasi boks (rice box) yang diberikan PSI kepada warga RW 06 Kelurahan Koja, Jakarta Utara berasal dari warung dan UMKM setempat.

    Dia menuturkan, PSI tidak memasak sendiri makanan itu, melainkan membelinya dan dibagikan kepada masyarakat. "PSI tidak membuat makanan yang dibagikan dalam bentuk rice box tersebut," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 25 Oktober 2021.

    Ketua RW 06 Kelurahan Koja Suratman menuturkan 35 warganya muntah-muntah dan pusing setelah mengonsumsi nasi boks dari kader PSI. Dari jumlah itu, 24 orang di antaranya dirawat di RSUD Koja dan didiagnosis keracunan.

    Michael memaparkan pembelian nasi boks bagi warga Koja itu adalah inisiatif untuk mendukung UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Tujuannya agar menstimulus ekonomi kerakyatan.

    Dia meminta maaf atas kejadian tersebut. Pemilik warung, dia melanjutkan, juga sudah melontarkan maaf kepada PSI dan warga yang keracunan. "Kami juga telah memberikan bantuan bagi para korban keracunan makanan," ujar dia.

    Baca juga: 35 Warga Koja Muntah-muntah Setelah Makan Nasi Boks Kader PSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.