PSI Desak Surya Paloh Perintahkan Sahroni Mundur Sebagai Ketua Pelaksana Formula E

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 13 Juli 2020. ANTARA

    Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 13 Juli 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memerintahkan Ahmad Sahroni mundur dari posisi Ketua Pelaksana Formula E Jakarta. Ahmad Sahroni adalah Bendahara Umum Partai Nasdem. 

    Menurut Sekjen DPP PSI Dea Tunggaesti, langkah Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E membahayakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi karena masih banyak persoalan membelit penyelenggaraan balap mobil listrik internasional itu. 

    "Formula E sedang diselidiki KPK. Eh, panitia malah minta bertemu Presiden Jokowi. Hal itu tidak layak dilakukan, baik secara politis dan etis. Langkah-langkah Mas Sahroni membahayakan Pak Jokowi," kata Dea dalam keterangannya, Selasa, 30 November 2021. 

    Dea mengatakan, saran kepada Surya Paloh tersebut berangkat dari keprihatinan sebagai sesama anggota koalisi pemerintahan Jokowi. Menurut Dea, saat ini Jokowi sedang fokus pada usaha pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sehingga, ia menyarankan agar tidak ada pihak yang mengganggu kinerja tersebut. 

    “Meski lebih junior, tak ada salahnya kami memgingatkan saudara tua. Mari sama-sama kita jaga Pak Jokowi," kata Dea. 

    Ahmad Sahroni ditunjuk oleh Anies Baswedan sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta pada Sabtu lalu. Selain crazy rich Tanjung Priok itu, Anies juga menunjuk Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet sebagai steering committee Formula E Jakarta. 

    Kemarin, Ahmad Sahroni mengatakan bakal menemui Presiden Jokowi untuk meminta arahan soal  jalur sirkuit Formula E di Jakarta. Dalam pertemuan nanti, Sahroni mengatakan bakal memberikan feasibility study atau uji kelayakan jalur oleh Formula E Operations atau FOE.

    "Jadi semua kegiatan totally kami yang selanggarakan, tapi karena ini perhelatan international, makanya lapor ke Presiden," kata Sahroni. 

    Mengenai keinginan bertemu Jokowi tersebut, Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini membenarkan adanya surat permohonan bertemu Presiden dari Anies Baswedan yang akan mengajak CEO Formula E.

    Faldo menyarankan sebelum bertemu dengan Jokowi, Anies terlebih dahulu menyelesaikan semua permasalahan Formula E. "Sebaiknya Pemprov DKI dan panitia memprioritaskan untuk menuntaskan semua permasalahan yang dihadapi. Venue, jalur, termasuk tata kelola, harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai peraturan perundang-undangan dan kepatutan," ujar Faldo.

    Baca juga: Dirut Jakpro Tegaskan Penentuan Sirkuit Formula E Bukan Oleh Jokowi


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.