Korban Penipuan Investasi Rp 1 Triliun Kecewa Emas 20 Kilogram Gagal Disita

Kamis, 19 Mei 2022 11:25 WIB

Korban penipuan, penggelapan, tindak pidana pencucian uang investasi emas skema ponzi menunjukan barang bukti giro bilyet palsu bernilai ratusan juta. Korban didampingi penasihat hukum Rasamala Aritonang di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu 16 Maret 2022. FOTO: AYU CIPTA

TEMPO.CO, Tangerang - Para korban penipuan investasi emas skema ponzi bernilai Rp 1 triliun dengan terdakwa Budi Hermanto merasa kecewa. Ini akibat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan gagal melakukan sita jaminan berupa perhiasan emas seberat 20 kilogram.

Kuasa hukum para korban Rasamala Aritonang mengatakan gagalnya penyitaan oleh JPU bisa menjadi preseden buruk untuk pemulihan hak korban kejahatan ke depan. "Saya menyayangkan hal tersebut karena seharusnya perintah hakim dilaksanakan secara maksimal dan penyitaan tidak bergantung pada sikap sukarela atau kesediaan pihak yang menguasai barang," kata Rasamala, Kamis, 19 Mei 2022.

Namun demikian, Rasamala meminta pada majelis hakim untuk tetap menyatakan sita jaminan tersebut sah dan berharga. Ia juga minta pelaksanaan penyitaan dilakukan sebagai eksekusi putusan pidana nantinya sesuai Hukum Acara Perdata yang berlaku.

Rasamala menyebutkan kantor hukumnya, Visi Law Office sebelumnya telah mengajukan gugatan pemulihan kerugian korban skema ponzi menggunakan mekanisme Pasal 98 KUHAP pada persidangan pidana yang sedang berjalan.

Hakim menerima pengajuan gugatan penggabungan ganti kerugian tersebut dan tim Visi Law Office sebagai kuasa hukum 8 korban diizinkan hadir, mengajukan bukti dan pertanyaan dalam kapasitas sebagai pihak penggugat. "Gugatan ini diajukan agar para korban kejahatan lebih mendapatkan perhatian yang adil dalam penegakan hukum dan bertujuan pada pemulihan kerugian korban," kata Rasamala.

Dalam perkembangan, pada 11 April 2022 majelis hakim juga mengabulkan permohonan sita jaminan dan menerbitkan penetapan agar penyidik dengan pendampingan JPU melakukan penyitaan terhadap 20 kilogram emas yang diduga telah dialihkan pada pihak lain sebelum dilakukan penyitaan secara pidana dilakukan.

Namun penyitaan gagal dilakukan. Pada persidangan, Rabu, 18 Mei 2022, disampaikan JPU, penyitaan gagal dilakukan oleh penyidik karena pemilik toko emas tempat barang yang akan disita berada keberatan atas penyitaan itu. 

Dihubungi Tempo anggota majelis hakim yang menyidangkan perkara ini Arif Budi Cahyono membenarkan JPU tidak berhasil menyita emas yang diajukan korban sebagai sita jaminan. "Berdasarkan laporan jaksa, sita tidak berhasil dilaksanakan. Itu disampaikan di dalam persidangan kemarin," kata Arif.

Hari ini, Kamis, 19 Mei 2022, JPU Kejari Tangsel sedianya membacakan amar tuntutan terhadap terdakwa Budi Hermanto di Pengadilan Negeri Tangerang. Menurut Rasamala, tuntutan JPU akan menjadi salah satu bagian penting yang menentukan nasib para korban, terutama terkait pemulihan kerugian korban.

Visi Law Office berharap kekeliruan dalam kasus-kasus lain ketika hak korban gagal dipulihkan tidak terjadi di kasus ini. "Semoga perkara ini bisa menjadi salah satu tonggak penting adanya perhatian penegakan hukum terhadap nasib korban kejahatan yang sering terabaikan," kata Rasamala.

Melalui Visi Law Office, para korban investasi emas skema ponzi telah mengajukan gugatan pemulihan kerugian korban menggunakan mekanisme Pasal 98 KUHAP pada persidangan pidana yang sedang berjalan. Hakim menerima pengajuan gugatan penggabungan ganti kerugian tersebut dan tim Visi Law Office sebagai kuasa hukum 8 korban diizinkan hadir, mengajukan bukti, dan pertanyaan dalam kapasitas sebagai pihak penggugat.

Dalam perkara penipuan investasi emas skema ponzi ini, Budi Hermanto dijerat Pasal 378 KUHP juncto Pasal 372 KUHP juncto Pasal 379a KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU).

Baca juga: Ramai Pesohor di Pusaran Kasus Penipuan Online Berkedok Investasi Robot






Pakar Digital Beberkan Trik dan Lokasi Penipu Nasabah BRI Rp 1,1 Miliar

1 hari lalu

Pakar Digital Beberkan Trik dan Lokasi Penipu Nasabah BRI Rp 1,1 Miliar

Meski sudah kantongi kredensial dan OTP, pelaku phishing tidak otomatis bisa ambil alih rekening korbannya. Ada peran BRI yang bisa ditingkatkan.


Harga Emas Antam Stabil di Rp 992 Ribu per Gram

1 hari lalu

Harga Emas Antam Stabil di Rp 992 Ribu per Gram

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Ahad, 26 Juni 2022 stabil atau sama sejak dua hari lalu.


Bahlil: Foxconn Ingin Investasi di Pengembangan Smart City IKN Nusantara

2 hari lalu

Bahlil: Foxconn Ingin Investasi di Pengembangan Smart City IKN Nusantara

Bahlil Lahadalia mengatakan Foxconn berminat untuk investasi di ibu kota negara (IKN) Nusantara, khususnya pengembangan smart city.


Kuasa Hukum Korban DNA Pro Bantah Rendahkan Profesi Tukang Ojek

3 hari lalu

Kuasa Hukum Korban DNA Pro Bantah Rendahkan Profesi Tukang Ojek

Bayu Wicaksono, kuasa hukum korban penipuan investasi DNA Pro, mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan dirinya merendahkan profesi tukang ojek.


Turun Rp 7.000, Harga Emas Antam Hari Ini Jadi Rp 992 Ribu per Gram

3 hari lalu

Turun Rp 7.000, Harga Emas Antam Hari Ini Jadi Rp 992 Ribu per Gram

Harga emas Antam pada perdagangan Jumat, 24 Juni 2022 turun Rp 7.000 dibandingkan dengan kemarin.


Ini Alasan Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,3 persen

3 hari lalu

Ini Alasan Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,3 persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2022 bakal berkisar 4,8 hingga 5,3 persen.


Jadi Brand Ambassador, Angel Lelga Beberkan Kronologi Kena Tipu Bisnis Kripto

4 hari lalu

Jadi Brand Ambassador, Angel Lelga Beberkan Kronologi Kena Tipu Bisnis Kripto

Angel Lelga kena tipu proyek kripto currency. Namanya dijadikan brand ambassador oleh salah satu perusahaan aset kripto.


Selain Ivan Gunawan, Polisi Juga Kembali Periksa DJ Una dalam kasus DNA Pro

5 hari lalu

Selain Ivan Gunawan, Polisi Juga Kembali Periksa DJ Una dalam kasus DNA Pro

Pemeriksaan Ivan Gunawan telah usai sementara pemeriksaan DJ Una masih berjalan.


Simak, inilah 4 Cara Mengenali Modus Penipuan di WhatsApp

5 hari lalu

Simak, inilah 4 Cara Mengenali Modus Penipuan di WhatsApp

Sebagai aplikasi yang jamak digunakan masyarakat, WhatsApp tidaklah aman dari modus penipuan daring. Bagaimana cara mengenali penipuan di WA?


Imigrasi Deportasi WNA Jepang Tersangka Penipuan Dana Bansos via Bandara Soekarno-Hatta

5 hari lalu

Imigrasi Deportasi WNA Jepang Tersangka Penipuan Dana Bansos via Bandara Soekarno-Hatta

Sebelum menjalani proses deportasi, izin tinggal WNA Jepang itu juga telah dinyatakan gugur karena paspornya dicabut oleh Kudubes Jepang.