Polisi Sebut Tersangka Tak Kompeten Suntik Filler ke Wanita Tewas di Apartemen

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto mengatakan, tersangka berinisial L yang menyuntikkan filler ke seorang mahasiswi di apartemen kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, tidak memiliki kompetensi. Mahasiswi itu pun tewas akibat suntikan itu.

Meski begitu, Budhi tak menjelaskan, sejak kapan tersangka menjalankan kegiatan suntik filler, serta sudah berapa orang yang menjadi kliennya. Yang pasti, Budhi mengatakan, pihaknya masih terus mendalami aksinya, termasuk operasional salon kecantikan yang dikelolanya. 

Karena masih dalam tahap pendalaman, Budhi menyatakan, belum menyegel salon milik tersangka berinisial L ini. "Tidak kompeten. (Penyegelan) sedang kami dalami," kata Budhi saat dihubungi, Selasa, 21 Juni 2022. 

Menurut Budhi, dari hasil pemeriksaan, tersangka yang diketahui seorang transpuan ini sebenarnya sudah cukup lama menjalankan kegiatan suntik filler melalui salon kecantikannya. "Jadi tersangka ini punya salon, salon kecantikan, di mana di salon ini sering mungkin melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu," kata Budhi. 

Korban dengan pelaku kata dia juga sebetulnya sudah cukup lama kenal. Terbukti dari rekaman CCTV yang menggambarkan korban menjemput transpuan itu di lobi apartemen. "Itu korban menjemput tersangka di lobi dan di situ terjadi di dalam CCTV yang kami temukan perbincangan yang cukup hangat sehingga kami duga antara korban dengan pelaku ini udah cukup kenal," ucap Budhi. 

Meski transpuan itu telah ditetapkan sebagai tersangka, Budi mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dari hasil pengembangan pemeriksaan. "Masih kita kembangkan dan mudah-mudahan nanti kalau memang kami menganggap ada pelaku-pelaku lain yang diduga ikut bertanggung jawab tentunya akan kita mintai pertanggungjawaban," kata Budhi. 

Budhi mengatakan berdasarkan hasil otopsi korban diduga tewas akibat suntik filler, sehingga menyebabkan adanya gangguan pada jaringan di sekitar bokong. "Yang jelas kesimpulan yang disampaikan pada kami diduga penyebab matinya ada gangguan jaringan yang disebabkan oleh masuknya benda ke dalam di bokong korban," katanya. 

Sebelumnya, pihak Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan jenazah wanita yang ditemukan sulit dikenali dengan kondisi jasad telah menghitam dan lebam karena sudah beberapa lama berada di lokasi kejadian. 

"Udah tidak bisa (dikenali), ini kayak melepuh semua, kami mana tau enggak bisa kita nerka-nerka," kata Budhi, Jumat, 10 Juni 2022. 

Kasus ini bermula dari penemuan jenazah mahasiswi di salah satu unit apartemen kawasan Cipulir, Kebayoran Lama. Saat ditemukan, korban tidak berpakaian lengkap. 

Polisi lalu menangkap seorang berinisial L. Berdasarkan pantauan CCTV diketahui tersangka tersebut merupakan orang terakhir yang meninggalkan unit apartemen pada Jumat, 27 Mei 2022.

Baca juga: Mahasiswi Tewas usai Suntik Filler, Transpuan jadi Tersangka






Bom Bunuh Diri di Jeddah Arab Saudi, Pelaku Tewas dan 3 Polisi Terluka

8 jam lalu

Bom Bunuh Diri di Jeddah Arab Saudi, Pelaku Tewas dan 3 Polisi Terluka

Seorang pria meledakkan diri di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu malam. Kabar ini baru diumumkan otoritas Arab Saudi pada Jumat


Jakarta Diprediksi Hujan pada Siang Ini

1 hari lalu

Jakarta Diprediksi Hujan pada Siang Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan mengguyur wilayah DKI Jakarta secara bergantian, Kamis, 11 Agustus 2022.


Duel Santri Berujung Kematian, Polisi Pakai UU Perlindungan Anak Ancamannya 15 tahun Penjara

3 hari lalu

Duel Santri Berujung Kematian, Polisi Pakai UU Perlindungan Anak Ancamannya 15 tahun Penjara

Polisi memakai UU Perlindungan Anak untuk menjerat santri yang berkelahi sesama santri di ponpes Tangerang. Menyebabkan kematian.


Santri di Tangerang Jadi Tersangka Tewasnya Sesama Santri Usai Duel di Ponpes

3 hari lalu

Santri di Tangerang Jadi Tersangka Tewasnya Sesama Santri Usai Duel di Ponpes

Polisi menetapkan santri Pondok Pesantren Daarul Qolam sebagai tersangka setelah temannya tewas usai berkelahi di pondok.


Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Pemkot Jaksel Olah Sampah Jadi Eco Enzyme

4 hari lalu

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Pemkot Jaksel Olah Sampah Jadi Eco Enzyme

Ada berbagai program pengolahan sampah untuk kurangi emisi gas rumah kaca Jakarta, termasuk menggunakan larva black soldier fly.


Santri Tewas di Tangerang, Orang Tua Kecewa Pondok Pesantren Lalai

4 hari lalu

Santri Tewas di Tangerang, Orang Tua Kecewa Pondok Pesantren Lalai

Wahyudi, ayah dari BD, 15 tahun santri Pondok Pesantren di Tangerang yang tewas setelah berkelahi dengan temannya menyatakan kecewa.


Santri Tewas Diduga Kelahi Satu Lawan Satu, Akhirnya Keluarga Setuju Autopsi

4 hari lalu

Santri Tewas Diduga Kelahi Satu Lawan Satu, Akhirnya Keluarga Setuju Autopsi

Polisi melakukan autopsi terhadap jenazah BD, 15 tahun santri Pondok Pesantren di Kabupaten Tangerang yang tewas setelah berkelahi dengan temannya.


Santri di Tangerang Tewas, Polisi Duga akibat Kelahi Satu Lawan Satu

4 hari lalu

Santri di Tangerang Tewas, Polisi Duga akibat Kelahi Satu Lawan Satu

Polisi hingga kini masih mendalami penyelidikan tewasnya BD, 15 tahun, santri Pondok Pesantren Daarul Qolam, Jayanti, Kabupaten Tangerang.


Serangan Udara Israel ke Gaza, Sedikitnya 8 Orang Tewas Termasuk Balita

6 hari lalu

Serangan Udara Israel ke Gaza, Sedikitnya 8 Orang Tewas Termasuk Balita

Kementerian kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya delapan orang tewas termasuk seorang anak perempuan berusia lima tahun


Lagi, Wartawan di Meksiko Tewas Dibunuh

7 hari lalu

Lagi, Wartawan di Meksiko Tewas Dibunuh

Ernesto Mendez, wartawan yang juga pemilik sebuah toko minuman keras, tewas ditembak oleh sekelompok laki-laki bersenjata.