Potensi Pergerakan Tanah di Jakarta, BPBD DKI: Waspada Bantaran Sungai dan Berkontur Perbukitan

Turap beton anak kali ciliwung longsor di Salemba, Menteng, Jakarta, 12 Februari 2015. Longsornya turap akibat pergerakan tanah saat meluapnya air kali ciliwung, beruntung tak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan untuk meminimalisir dampak pergerakan tanah di Jakarta, warga harus tetap waspada untuk berjaga-jaga.

“Khususnya daerah bantaran sungai atau yang berkontur perbukitan harus mewaspadai apalagi bila saat itu terjadi hujan dengan intensitas ekstrem,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji, saat dihubungi, Minggu malam, 4 Desember 2022.

Kemudian, Isnawa meyampaikan dampak pergerakan tanah saat hujan ekstrem ini jangan terlalu dikhawatirkan. Namun, apabila hal tersebut terjadi, sesama warga harus saling mengingatkan.

“Sesama warga bisa saling mengingatkan, bila ada lahan atau kondisi tanah yang retak, berpotensi longsor atau tergerus air sungai. Laporkan ke layanan jakarta siaga BPBD 112 akan kami tangani,” jelasnya. 

Ia mengatakan petugas BPBD bersama aparat kelurahan sudah lakukan langkah mitigasi dengan mempersiapkan beberapa rencana.

“Sudah diplot rencana-rencana titik pengungsian. Seperti, posko  kesehatan, rencana dapur umum,” kata dia. 

Menurut Isnawa, peringatan potensi pergerakan tanah yang disampaikan BPBD dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) tidak perlu membuat masyarakat khawatir. Baik BPBD maupu PVMBG memang harus melakukan prediksi potensi bencana. "Agar kita paham ada potensi dan risiko bencana, Insya Allah Jakarta aman,” ungkapnya.

Apapun ancaman kebencanaan, ia menjelaskan masyarakat harus tetap waspada. Pemerintah akan mengadakan edukasi penanganan gempa ke sekolah, ke gedung, maupun ke masyakarakat.

“Mempersiapkan antisipasi dengan titik pengungsian logistik, sarana dan prasarana personel, dan libatkan semua pihak,” kata Isnawa. 

Sebelumnya, tercatat ada 10 titik rawan pergerakan tanah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Desember 2022. Dari 10 titik itu, 8 di antaranya berada di Jakarta Selatan, yaitu Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Pesanggrahan. Dua titik lain di Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.

ALIYYU MEDYATI

Baca juga: Daftar 10 Lokasi Rawan Pergerakan Tanah Saat Hujan Deras di Jakarta, BPBD: Waspada






BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir Rob pada 2-6 Februari 2023, 9 Wilayah Jakarta Utara Perlu Diwaspadai

16 jam lalu

BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir Rob pada 2-6 Februari 2023, 9 Wilayah Jakarta Utara Perlu Diwaspadai

BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan potensi banjir rob pada 2-6 Februari 2023. Sembilan wilayah di Jakarta Utara perlu diwaspadai.


Krisis Banjir Maut Selandia Baru Kian Meluas

5 hari lalu

Krisis Banjir Maut Selandia Baru Kian Meluas

Banjir bandang dan longsor masih menjadi ancaman akibat hujan deras yang tak berhenti.


BPBD DKI Peringatkan Potensi Hujan Lebat Hari Ini, Simak Wilayah yang Perlu Diwaspadai

6 hari lalu

BPBD DKI Peringatkan Potensi Hujan Lebat Hari Ini, Simak Wilayah yang Perlu Diwaspadai

BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat di Jakarta hari ini.


Walhi Sebut 1.839 Bencana di Jawa Sepanjang 2022 Sebagai Bencana Ekologis

10 hari lalu

Walhi Sebut 1.839 Bencana di Jawa Sepanjang 2022 Sebagai Bencana Ekologis

Walhi menilai tingginya angka kejadian bencana di Pulau Jawa bukan hanya disebabkan faktor alam.


BMKG Prakirakan Hujan Lebat - Sedang di Jabodetabek Terjadi hingga Februari

15 hari lalu

BMKG Prakirakan Hujan Lebat - Sedang di Jabodetabek Terjadi hingga Februari

BMKG memprakirakan potensi hujan intensitas hujan sedang hingga hujan lebat di wilayah Jabodetabek masih dapat terjadi hingga Februari mendatang.


FMIPA UI Kembangkan Alat Pendeteksi Longsor Jarak Jauh

21 hari lalu

FMIPA UI Kembangkan Alat Pendeteksi Longsor Jarak Jauh

Tim peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengembangkan Landslide 2.0, bagaimana cara kerjanya?


Heru Budi Minta BPBD DKI Koordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk Antisipasi Tanah Longsor

23 hari lalu

Heru Budi Minta BPBD DKI Koordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk Antisipasi Tanah Longsor

Pj Gubernur DKI Heru Budi meminta BPBD DKI memberikan informasi bencana, termasuk tanah longsor secara cepat kepada masyarakat


4 Ciri Tanah Rawan Longsor Dampak Pergerakan Tanah di Jakarta

23 hari lalu

4 Ciri Tanah Rawan Longsor Dampak Pergerakan Tanah di Jakarta

Pada Desember 2022, pergerakan tanah rawan longsor di Jakarta hanya 10 titik, namun kini meluas jadi 15 titik.


Titik Rawan Pergerakan Tanah di Jakarta Bertambah Jadi 15 Kecamatan

24 hari lalu

Titik Rawan Pergerakan Tanah di Jakarta Bertambah Jadi 15 Kecamatan

Menurut BPBD DKI, pergerakan tanah di Zona Menengah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal.


Tambang PT Timah di Bangka Selatan Longsor, 2 Pekerja Tewas Tertimbun

24 hari lalu

Tambang PT Timah di Bangka Selatan Longsor, 2 Pekerja Tewas Tertimbun

Tambang milik PT Timah di Bangka Selatan longsor dan menyebabkan dua pekerjanya tewas tertimbun.