Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pleidoi Warga Rempang Kutip Injil hingga Gurindam 12 Melayu: Raja Adil Raja Disembah, Raja Zalim Raja Disanggah

image-gnews
Warga Rempang yang menolak relokasi ikut memberikan dukungan kepada terdakwa aksi bela Rempang dalam sidang, Senin 4 Maret 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Warga Rempang yang menolak relokasi ikut memberikan dukungan kepada terdakwa aksi bela Rempang dalam sidang, Senin 4 Maret 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Iklan

TEMPO.CO, Batam - Tim Advokasi Solidaritas untuk Rempang langsung membacakan pembelaan atau pleidoi usai mendengarkan tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk 26 terdakwa, di Pengadilan Negeri Batam, Senin, 4 Maret 2024. Pleidoi 96 halaman itu diberi judul "Setitik harapan keadilan dalam ruang sesak pengadilan". Mangara Sijabat salah seorang Tim Advokasi membacakan bagian pertama nota pembelaan.

Nota pembelaan dibuka dengan ayat dalam injil Alkitab, Amsal 2:6-8 yang berbunyi "Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi yang jujur, menjadi perisai bagi yang tidak bercelalakunya, sambil menjaga jalan keadilan dan memelihara jalan orang-orang Nya yang setia". 

Serta Mazmur 103:6 yang berbunyi, "Tuhan mengerjakan kebenaran dan keadilan bagi semua orang yang tertindas". 

Selanjutnya Tim Advokasi juga mengutip firman dalam Alquran dalam surat Annisa 105, "Sesungguhnya kami telah menurunkan kita Alquran kepadamu Nabi Muhammad dengan hak agar kamu memutuskan perkara di antara manusia dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Janganlah engkau menajdi penentang orang yang tidak bersalah karena membela para pengkhianat,". 

"Kiranya ayat dalam injil dan Alquran menjadi pegangan bagi kita semua dalam ruangan sidang ini untuk bersama-sama menjaga keadilan bagi mereka yang tertindas," kata Manggara. 

Manggara juga mengutip Gurindam 12 Pasal 12 yang berbunyi, "Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagarkan duri, betul hati kepada raja, tanda jadi seberang kerja." "Nasihat yang dapat diambil dari bait (pasal 12) di atas adalah pesan untuk berlaku adil kepada siapa pun dan ingatlah dunia ini sementara namun akhirat selamanya," kata Manggara. 

Manggara berharap hakim bersikap adil kepada siapa pun. "Pleidoi ini bentuk upaya merebut keadilan," katanya. Ia menegaskan, tim advokasi tidak membenarkan tindakan kekerasan apapun termasuk 11 September 2024. 

"Singkatnya peristiwa yang dilakukan terdakwa merupakan kejadian ajar Melayu, Raja Adil Raja Disembah, Raja Zalim Raja Disanggah, kalau tidak ada kebijakan Rempang Eco-city, pasti kejadian ini tidak akan terjadi," kata Manggara. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pembacaan nota pembelaan juga disampaikan Sopandi Tim Advokasi Silidaritas Rempang lainnya. Terlihat Sopandi dan beberapa kuasa hukum terisak-isak membacakan nota pembelaan tersebut. Begitu juga dengan keluarga terdakwa yang menyaksikan jalannya sidang. Sopandi menegaskan, sangat keliru kalau Hakim ataupun Jaksa Penuntut Umum menutup mata dengan kejadian sebelum aksi unjuk rasa ini (proyek Rempang Eco-city). 

Tuntutan Berat Kepada Terdakwa yang Tidak Mengakui Perbuatannya

Usai pembacaan pleidoi, Tim Advokasi Solidaritas untuk Rempang Manggara mengatakan, tuntutan yang diberikan JPU sangat mengecewakan. "Jaksa Agung sudah berpesan untuk melakukan tuntutan harus berdasarkan hati nurani, menurut kami tuntutan ini tidak adil," kata Manggara. 

Ia menjelaskan, delapan terdakwa di perkara ini mengakui tidak melakukan perbuatan pelemparan. "Justru jaksa membedakan tuntutan berdasarkan pengakuan itu, yang tidak mengakui malah dituntut 10 bulan, dan yang mengakui 7 bulan penjara, tuntutan ini tidak adil berdasarkan bukti yang ada," katanya. 

Tim Advokasi berharap delapan orang lainnya yang tidak mengakui perbuatan dibebaskan, sedangkan yang lain mendapatkan hukuman yang diringankan. "Kami juga berharap hakim memutuskan perkara lebih objektif, mereka bukan orang melakukan perbuatannya," kata Sopandi. 

Pilihan Editor: 34 Terdakwa Kerusuhan Aksi Bela Rempang Dituntut Beragam, Dari 3 Bulan Sampai 10 Bulan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wali Kota Batam Cari Penyebab Kasus Bunuh Diri Marak Belakangan Ini

11 jam lalu

Seorang pengandara motor melintar di spanduk himbauan larangan bunuh diri di Jembatan Barelang, Kita Batam. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Wali Kota Batam Cari Penyebab Kasus Bunuh Diri Marak Belakangan Ini

Seorang tokoh agama merukiah Jembatan Barelang di Kota Batam karena kerap menjadi lokasi bunuh diri


Perdana Menteri Pedro Sanchez Dimintai Keterangan oleh Pengadilan Spanyol atas Dugaan Korupsi Istrinya

2 hari lalu

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan istrinya Maria Begona Gomez Fernandez tiba menjelang pertemuan KTT G20 di Osaka, Jepang 27 Juni 2019. [REUTERS / Jorge Silva]
Perdana Menteri Pedro Sanchez Dimintai Keterangan oleh Pengadilan Spanyol atas Dugaan Korupsi Istrinya

Pengadilan Spanyol membenarkan Perdana Menteri Pedro Sanchez sudah dimintai keterangan terkait kasus hukum yang membelit istrinya.


Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis dan Helena Lim Segera Disidangkan

2 hari lalu

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar (kedua kiri) bersama Kepala Kejari Jakarta Selatan Haryoko Ari Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers saat pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi Timah di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan tahap II kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, dengan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim serta barang bukti sejumlah unit/bidang tanah dan bangunan, sejumlah mobil mewah, tas branded, perhiasan dan logam mulia, uang miliaran rupiah, jutaan dollar Singapura dan ratusan Dollar AS. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis dan Helena Lim Segera Disidangkan

Hal ini ditandai dengan penyerahan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim, beserta barang bukti oleh penyidik Jampidsus ke penuntut Kejari Jaksel.


Racikan Rempah Tanah Melayu yang Menggoyang Lidah

2 hari lalu

Nasi minyak dan lauknya di makan berhidang Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. TEMPO/Dian Yuliastuti
Racikan Rempah Tanah Melayu yang Menggoyang Lidah

Banyak masakan yang diracik dengan bumbu atau rempah yang hampir sama, tetapi hasil masakannya memiliki cita rasa yang berbeda.


Liburan di Batam Zoo Paradise : Bisa Berinteraksi 30 Jenis Hewan Hingga Berenang Gratis di Waterpark

4 hari lalu

Pintu masuk Batam Zoo Paradise. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Liburan di Batam Zoo Paradise : Bisa Berinteraksi 30 Jenis Hewan Hingga Berenang Gratis di Waterpark

Tidak seperti kebun binatang pada umumnya, Batam Zoo Paradise menawarkan konsep edukasi dan interaksi langsung dengan berbagai jenis hewan lokal dan luar negeri


Pengadilan Rusia Jatuhkan Vonis 16 Tahun Penjara kepada Jurnalis AS Evan Gershkovich

5 hari lalu

Reporter Wall Street Journal, Evan Gershkovich. REUTERS
Pengadilan Rusia Jatuhkan Vonis 16 Tahun Penjara kepada Jurnalis AS Evan Gershkovich

The Wall Street Journal mengecam hukuman Evan Gershkovich oleh pengadilan Rusia dan mengatakan 'jurnalisme bukanlah kejahatan'.


Pendeta Victor Rarung Bertemu Tokoh Suku Dayak, Panglima Jilah

6 hari lalu

Panglima Jilah (hitam) bersama Pdm. Victor Rarung (merah), di Tanah Kalimantan, Rabu, 17 Juli 2024. Dok. PDIP
Pendeta Victor Rarung Bertemu Tokoh Suku Dayak, Panglima Jilah

Rarung menyampaikan tujuannya ke Kalimantan untuk melaksanakan penginjilan.


Pelaku Penusukan Penjaga Toko Baju di Kelapa Dua Tangerang Dituntut 15 Tahun Penjara

6 hari lalu

Tersangka pembunuhan penjaga toko baju di Kelapa Dua diserahkan ke Kejari untuk segera disidangkan, Rabu, 15 Mei 2024. (TEMPO/Muhammad Iqbal)
Pelaku Penusukan Penjaga Toko Baju di Kelapa Dua Tangerang Dituntut 15 Tahun Penjara

Nada Diana, pelaku penusukan terhadap Resy Ariska seorang perempuan penjaga toko baju dituntut 15 tahun penjara.


NeutraDC Ungkap Potensi Ekonomi Digital Batam

7 hari lalu

CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F (kedua dari kiri) saat menjadi panelis dalam perhelatan forum internasional, Batam Interconnect World 2024 yang digelar di Marriot Batam Harbour Bay, Senin 15 Juli 2024. Dok. Telkom
NeutraDC Ungkap Potensi Ekonomi Digital Batam

Dukung penerapan teknologi hijau dan solusi berkelanjutan, Telkom hadirkan data center berkelanjutan.


Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

8 hari lalu

Lumpur bekas cut and fill proyek PDN Kominfo mencemari Pantai Teluk Mata Ikan, di Nongsa Batam, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

Pelaku pariwisata destinasi Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam mengeluhkan dampak lingkungan dari pembangunan proyek Kominfo