Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Peristiwa Penyanderaan 36 Jam Perwira Polri oleh Ratusan Napi Terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua 5 Tahun Lalu

image-gnews
Kendaraan lapis baja terparkir di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, 9 Mei 2018. Lima anggota Brimob yang tewas dalam kerusuhan tersebut mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta (KPLBA). TEMPO/Amston Probel
Kendaraan lapis baja terparkir di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, 9 Mei 2018. Lima anggota Brimob yang tewas dalam kerusuhan tersebut mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta (KPLBA). TEMPO/Amston Probel
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini bertepatan dengan peristiwa kerusuhan disertai penyanderaan di rumah tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok. Yaitu pada 8 Mei 2018 silam. Sebanyak 155 tahanan kasus terorisme yang sebelumnya menguasai tiga blok rutan menyerah tanpa syarat.

Kerusuhan Mako Brimob terjadi selama 36 jam di rutan Brimob. Berikut Kronologinya.

Selasa, 8 Mei 2018

Dilansir dari Tempo, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan keributan di rutan Mako Brimob telah terjadi sejak siang hari. Keributan dipicu saat tahanan bernama Wawan Kurniawan meminta petugas memberikan makanan yang dititipkan keluarganya. Makanan itu dititipkan kepada petugas bernama Budi.

Berhubung Budi sedang tidak di lokasi, petugas yang ada tidak bisa segera memberikan makanan tersebut. Setyo mengatakan Wawan kemudian marah dan berteriak-teriak. Hal itu memicu emosi tahanan yang lain hingga terjadi kerusuhan.

Menjelang sore, Setyo mengatakan para tahanan sudah berhasil menguasai rutan blok C. Setelah itu, mereka menguasai blok A dan B menjelang malam hari. Setyo mengatakan pada periode ini, tahanan sudah menyerang petugas. "Petugas sudah ada yang meninggal," kata dia.

Pukul 21.30

Awak media mendapatkan informasi tentang kerusuhan Mako Brimob. Namun, upaya konfirmasi kepada polisi belum mendapatkan hasil.

Pukul 23.20

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohamad Iqbal membenarkan terjadinya insiden di Mako Brimob. Dia mengatakan kerusuhan melibatkan tahanan dan petugas.

Rabu, 9 Mei 2018

Pukul 00.05

Kepolisian mulai memperketat pengamanan di sekitar Mako Brimob. Polisi meminta awak media menjauh dari gerbang markas sepanjang 200 meter.

Foto-foto yang menampilkan kondisi di dalam rutan Mako Brimob mulai menyebar di media sosial. Bahkan, dikabarkan salah satu akun Instagram yang disebut milik tahanan terorisme melakukan live streaming dari dalam rutan.

Pukul 00.10

Polisi memasang kawat berduri di sekitar kawasan Mako Brimob. Polisi mensterilkan wilayah hingga unit Satwa Kabaharkam yang berada persis di samping Mako Brimob.

Pukul 01.00

Kepolisian membenarkan telah terjadi kerusuhan di dalam rutan Mako Brimob. Polisi menyatakan kerusuhan itu bermula dari cekcok tahanan dengan petugas. Sejumlah petugas terluka. Polisi menyatakan tidak ada korban tewas.

Pukul 05.30

Polisi masih menutup jalan raya di depan Mako Brimob. Kendaraan pribadi maupun masyarakat yang berjalan kaki dilarang melintas di depan Mako Brimob. Polisi menyatakan masih bernegosiasi dengan para tahanan.

Pukul 07.39

Polisi masih menutup Jalan Akses UI yang ada di depan Mako Brimob. Sejumlah mobil pejabat Polri mulai berdatangan masuk ke dalam Mako Brimob.

Pukul 08.30

Dua ambulans dan satu mobil jingga milik Tim Inafis Kepolisian Daerah Metro Jaya memasuki kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Pukul 10.21

Media Negara Islam Irak Siria (ISIS) dikabarkan mengklaim bertanggung jawab atas ricuh di Mako Brimob. Namun, kabar ini dibantah Mabes Polri.

Pukul 11.20

Tersiar kabar enam orang menjadi korban tewas dalam kerusuhan di rutan Mako Brimob. Namun kabar itu belum terkonfirmasi.

Di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, enam mobil ambulans kepolisian keluar-masuk menuju kamar mayat. Ada enam kantong mayat berwarna oranye yang diturunkan dari mobil ambulans menuju ruang forensik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tim Inafis Bareskrim Polri mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada pukul 12.00. Instalasi Kedokteran Forensik dijaga ketat oleh polisi.

Pukul 16.00

Mabes Polri mengumumkan enam orang tewas dalam bentrok di Mako Brimob. Lima orang di antaranya adalah petugas kepolisian. Sementara satu orang korban lain adalah tahanan kasus terorisme. Polisi menyatakan para tahanan menyandera satu polisi.

Pukul 18.00

Identitas polisi yang masih disandera diketahui bernama Brigadir Kepala Iwan Sarjana. Sementara, lima polisi lain yang tewas yaitu Brigadir Polisi Dua (Bripda) Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli Idensos, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Rospuji, Bripka Denny, serta Brigadir Polisi Satu (Briptu) Fandi. Adapun seorang tahanan kasus terorisme yang tewas bernama Benny Syamsu Tresno.

Pukul 19.36

Polisi mengumumkan lima anggota Brigade Mobil yang tewas dalam kerusuhan di rumah tahanan Markas Komando Brimob atau Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.

Pukul 22.39

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo dilarang masuk ke kawasan Mako Brimob. Kondisi Mako Brimob masih mencekam akibat penyanderaan anggota polisi yang dilakukan narapidana teroris. "Di sini masih steril, kami memahami itu," kata Wakil Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo, di depan Mako Brimob pada Rabu, 9 Mei 2018.

Pukul 23.30

Para tahanan kasus terorisme yang menguasai tiga blok rutan Mako Brimob menuntut bertemu Aman Abdurrahman. Aman adalah otak serangan teror di bilangan Sarinah beberapa waktu lalu.

Polisi menyatakan telah mengabulkan permintaan itu. Namun, polisi enggan menjelaskan lebih rinci. Setyo hanya mengatakan polisi telah membentuk tim negosiasi untuk membebaskan satu anggotanya yang disandera.

Selanjutnya: Akhir Kerusuhan Mako Brimob

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kadin Minta Satgas Pemberantasan Impor Ilegal Melibatkan Kepolisian dan Bea Cukai

23 jam lalu

Yukki Nugrahawan Hanafi. Foto : Interport
Kadin Minta Satgas Pemberantasan Impor Ilegal Melibatkan Kepolisian dan Bea Cukai

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta satgas pemberantasan impor ilegal melibatkan kepolisian dan bea cukai.


LPSK Jangkau 18 Saksi Korban Kekerasan Polisi dalam Kasus Afif Maulana

1 hari lalu

Keluarga Afif Maulana dan LBH Padang memberikan keterangan pers mengenai dugaan penyiksaan bocah berusia 13 tahun, Jakarta Selatan pada Rabu, 3 Juli 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
LPSK Jangkau 18 Saksi Korban Kekerasan Polisi dalam Kasus Afif Maulana

LPSK melakukan penelaahan berupa asesmen psikologis terhadap saksi korban yang diajukan oleh LBH Padang di kasus Afif Maulana.


LPSK Lakukan Asesmen Psikologi Bagi Para Saksi dan Korban Kasus Kematian Afif Maulana

3 hari lalu

Orangtua Afif Maulana, pelajar SMP yang tewas diduga dianiaya oknum polisi, menabur bunga di pusara anaknya di pemakaman umum (TPU) Tanah Sirah, Padang, Sumatera Barat, Rabu, 10 Juli 2024. Keluarga Afif Maulana bersama LBH Padang dan mahasiswa menggelar doa bersama dan tabur bunga bertepatan dengan 31 hari meninggalnya Afif Maulana dan keluarga berharap mendapatkan keadilan atas peristiwa itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
LPSK Lakukan Asesmen Psikologi Bagi Para Saksi dan Korban Kasus Kematian Afif Maulana

LPSK mulai melakukan serangkaian asesmen psikologi saksi dan korban dalam kasus kematian Afif Maulana pada Sabtu, 13 Juli 2024.


LPSK Rekomendasikan Justice Collaborator untuk Terdakwa Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

3 hari lalu

Tim Inafis Polda Jabar menggelar olah TKP pembunuhan ibu dan anak di dalam mobil di Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa, 24 Oktober 2023. Lima orang tersangka ditetapkan dalam kasus tersebut, yaitu Yosep Hidayah (suami dan ayah korban), Mimin (istri muda Yosep), Arighi, Abi, dan Danu. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
LPSK Rekomendasikan Justice Collaborator untuk Terdakwa Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

LPSK berharap rekomendasi Justice Collaborator untuk terdakwa perkara pembunuhan ibu dan anak, M Ramdanu, dapat dipertimbangkan oleh Majelis Hakim.


Puan Maharani Singgung Fenomena 'No Viral No Justice' dalam Sidang Paripurna

5 hari lalu

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah), Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus (kelima kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kelima kanan) dan Rachmat Gobel (keempat kiri) berfoto bersama dengan calon anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terpilih dalam Rapat Paripurna ke-15 Masa Persidangan IV tahun 2023-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 April 2024. Rapat Paripurna tersebut menyetujui 7 calon anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) masa jabatan periode 2024-2029 dan pidato Ketua DPR RI pada penutupan masa persidangan IV tahun sidang 2023-2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Puan Maharani Singgung Fenomena 'No Viral No Justice' dalam Sidang Paripurna

Puan Maharani menyoroti berbagai fenomena memviralkan berbagai masalah karena aparat penegak hukum tidak responsif.


LPSK Sebut Putusan Bebas Kasus Kerangkeng Manusia Eks Bupati Langkat Cederai Rasa Keadilan

6 hari lalu

Wartawan mengambil gambar ruang kerangkeng manusia yang berada di kediaman pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu, 26 Januari 2022. Pada pagar kerangkeng terdapat gembok untuk mengunci ruangan tersebut. ANTARA FOTO/Dadong Abhiseka
LPSK Sebut Putusan Bebas Kasus Kerangkeng Manusia Eks Bupati Langkat Cederai Rasa Keadilan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menyoroti putusan bebas bekas Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin, dalam kasus kerangkeng manusia.


Pegi Setiawan Bebas, Pengamat Ungkap 4 Hal yang Dirugikan atas Ketidakprofesionalan Penyidik Polda Jabar

7 hari lalu

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Pegi Setiawan Bebas, Pengamat Ungkap 4 Hal yang Dirugikan atas Ketidakprofesionalan Penyidik Polda Jabar

Pengamat Kepolisian dari ISESS Bambang Rukminto mengatakan setidaknya ada 4 hal yang dirugikan dari dikabulkannya gugatan praperadilan Pegi Setiawan.


LPSK Belum Lindungi Keluarga Afif Maulana dan Saksi, Pengamat Indikasikan Ada Bias

8 hari lalu

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) kembali menggelar aksi Kamisan ke-821 merefleksi kematian Afif Maulana (13), bocah 13 tahun yang diduga disiksa oleh polisi di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis 4 Juli 2024. Direktur LBH Padang Indira Suryani mengungkapkan ada keterangan Kepolisian yang berubah-ubah dalam kasus kematian Afif Maulana yang diduga tewas karena dianiaya anggota Polri. TEMPO/Subekti.
LPSK Belum Lindungi Keluarga Afif Maulana dan Saksi, Pengamat Indikasikan Ada Bias

Pengamat mengindikasikan adanya bias di internal LPSK dalam penanganan kasus kematian Afif Maulana.


LPSK Masih Telaah Permohonan Perlindungan Para Saksi dan Keluarga Afif Maulana

10 hari lalu

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) kembali menggelar aksi Kamisan ke-821 merefleksi kematian Afif Maulana (13), bocah 13 tahun yang diduga disiksa oleh polisi di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis 4 Juli 2024. Direktur LBH Padang Indira Suryani mengungkapkan ada keterangan Kepolisian yang berubah-ubah dalam kasus kematian Afif Maulana yang diduga tewas karena dianiaya anggota Polri. TEMPO/Subekti.
LPSK Masih Telaah Permohonan Perlindungan Para Saksi dan Keluarga Afif Maulana

Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas mengatakan sejauh ini terdapat enam orang yang mengajukan permohonan perlindungan termasuk keluarga Afif Maulana.


LBH Padang Nilai LPSK Terlalu Birokratis karena Tak Kunjung Beri Perlindungan di Kasus Afif Maulana

10 hari lalu

Keluarga Afif Maulana dan LBH Padang memberikan keterangan pers mengenai dugaan penyiksaan bocah berusia 13 tahun, Jakarta Selatan pada Rabu, 3 Juli 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
LBH Padang Nilai LPSK Terlalu Birokratis karena Tak Kunjung Beri Perlindungan di Kasus Afif Maulana

LPSK disebut belum juga memberikan perlindungan dalam kasus Afif Maulana.