Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Siswi SD di Mataram Jadi Korban Pemerkosaan Ayah Kandung, Sehari-hari Menjaga 2 Adiknya Karena Ibu jadi TKW

image-gnews
Ilustrasi pemerkosaan. shutterstock.com
Ilustrasi pemerkosaan. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sakit hati, tak tahan dengan perlakuan ayah kandung yang kerap bertindak kasar dan melakukan pemerkosaan terhadap dirinya, NN (12), warga Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat menyayat tangannya dengan pecahan kaca. Tindakan itu dilakukan NN yang masih tercatat sebagai siswi SD itu melaporkan kasus yang dia alami ke aparat kepolisian.

"Dia memang melukai tangannya saat berada di sawah dengan rekannya, karena marah, sakit hati atas keadannya," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama, pada wartawan Rabu, 22 Mei 2024. "Korban menceritakan apa yang dialaminya di sawah sekitar rumah kawannya, dan kemudian melaporkan apa yang dialaminya ke Unit PPA Polresta Mataram."

Kejadian ini membuka kasus yang sebenarnya kata Yogi. Awalnya pelaku IPK (34 tahun), warga Kecamatan Mataram, Kota Mataram memarahi korban lantaran sibuk bermain handphone dan tak mengurus dua adik laki lakinya yang masih kecil, karena ibu kandung korban telah 11 bulan menjadi TKW di Hongkong.

"Pelaku mengambil handphone korban dan nyaris melemparnya, korban yang takut dan sedih melarikan diri ke rumah kawan sekolahnya." terang Yogi.

Berdasarkan laporan korban tim Unit PPA langsung menangkap pelaku, Selasa malam, 21 Mei 2024. Saat ini pelaku masih ditahan di sel tahanan Polresta Mataram.

Terkait dengan luka sayatan di tangan korban, Kanit PPA Polresta Mataram, Iptu Nur Imansyah yang juga menemani korban selama pemeriksaan, membenarkan bahwa luka ditangan korban adalah upaya menyakiti diri sendiri.

"Si anak menyakiti diri sendiri karena dia sudah capek dengan perlakuan ayah kandungnya sendiri," kata Ima.

Apa yang dilakukan NN menurut Ima bisa menjadi pelajaran dan peringatan bagi para orang tua dan siapapun yang mendampingi anak anak bermasalah. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kita harus mengecek kemungkinan ada tingkah lakunya yang berubah dari biasanya, baru kemudian lakukan pendekatan pada anak agar mereka mau terbuka apa yg sedang mereka alami," jelasnya.

Ima menuturkan pada NNA tim PPA Polres Mataram sudah melakukan pendekatan, sehingga korban merasa nyaman dan mau menceritakan apa yang dialaminya. 

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, Rabu, 22 Mei 2024 mengatakan bahwa saat melapor ke Polsek Pagutan, korban awalnya melapor sering dipukuli ayahnya, "Tapi setelah kami dampingi dan digali lebih lanjut apa yang dialaminya, korban juga mengaku sering dicabuli bapaknya," terang Joko.

Joko juga membenarkan bahwa luka sayatan di tangan korban adalah bentuk pelampiasan rasa marah dan sakit hari korban. "Korban melakukan itu setelah mendapat perlakuan tidak sepatutnya oleh sang ayah," kata Joko , "Dia diberikan beban menjaga adik adiknya serta tak ada teman cerita, karena ibunya menjadi TKW di Hongkong."

Setelah didampingi melapor ke Unit PPA Polresta Mataram, korban kemudian berani membuka apa yang dialaminya. Korban menuturkan hampir setiap hari ayah kandungnya melakukan pencabulan bahkan memperkosa dirinya.

Pilihan Editor: People's Water Forum 2024 di Bali Dibubarkan Patriot Garuda Nusantara, Peneliti: Pelanggaran HAM

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pelita Air Siap Datangkan Tiga Pesawat Dukung Rute Baru Tahun Ini

4 hari lalu

Pesawat Airbus A320-200 maskapai Pelita Air parkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis 28 April 2022. PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pelita Air Service (PAS) membuka penerbangan perdana dengan pesawat Airbus A320-200 rute reguler dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dan sebaliknya guna mewujudkan komitmen mendukung pengembangan industri transportasi udara dan memperkuat konektivitas di tanah air dengan melayani penerbangan komersial berjadwal (regular flight). ANTARA FOTO/Fauzan
Pelita Air Siap Datangkan Tiga Pesawat Dukung Rute Baru Tahun Ini

PT Pelita Air Service berencana mendatangkan tiga armada pesawat baru untuk menambah rute penerbangan pada tahun ini.


Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

8 hari lalu

Foto arsip-Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Foto: ANTARA/Dhimas B.P.
Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

Keluarga NI, santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziyah yang sakit dan meninggal, mengaku korban sempat bercerita jika mengalami perundungan


Bandara Lombok Buka Rute Baru Lombok - Balikpapan, Catat Jadwalnya

8 hari lalu

Bandara Lombok buka rute barh Lombok-Balikpapan. Dok.AP I Bandara Lombok
Bandara Lombok Buka Rute Baru Lombok - Balikpapan, Catat Jadwalnya

Bandara Lombok mulai membuka rute penerbangan baru langsung dari Lombok tujuan Balikpapan, Kalimantan Timur dan sebaliknya


Tahanan Kejari Mataram Kabur Usai Melompat dari Mobil, Mengaku Kangen Anak

13 hari lalu

Ilustrasi tahanan atau narapidana kabur. shutterstock.com
Tahanan Kejari Mataram Kabur Usai Melompat dari Mobil, Mengaku Kangen Anak

Tahanan Kejari Mataram berinisial Z sempat kabur dengan cara melompat dari mobil yang membawanya ke Lapas


Momen Pembalap Motocross Naik Sepeda Ontel di Mataram

13 hari lalu

Momen pembalap MXGP mengikuti parade jelang balapan MXGP Sabtu 29 Juni 2024. (Dok. Istimewa)
Momen Pembalap Motocross Naik Sepeda Ontel di Mataram

Menyambut event MXGP 2024, para pembalap mengikuti pagelaran parade menggunakan sepeda ontel dan kendaraan tradisional cidomo di Mataram


Deretan Jalan di Belanda dengan Nama Indonesia, Ada Munirpad, Kartinistraat, hingga Balistraat

21 hari lalu

Munirpad. Google Maps
Deretan Jalan di Belanda dengan Nama Indonesia, Ada Munirpad, Kartinistraat, hingga Balistraat

Tidak sedikit nama jalan di Belanda yang menggunakan nuansa Indonesia, baik dari tokoh maupun pulau. Lantas, apa saja nama jalan di Belanda yang bernuansa Indonesia?


Deretan peristiwa kebakaran di Gunung Rinjani Beberapa Tahun Terakhir

23 hari lalu

Sisa-sisa kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Selong, Lombok Timur, NTB. ANTARA/Faisal
Deretan peristiwa kebakaran di Gunung Rinjani Beberapa Tahun Terakhir

Gunung Rinjani kembali kebakaran, lagi-lagi diduga karena kekeringan


197 Pemilik Penginapan di Desa Wisata Bali, Lombok, dan Magelang Ikut Airbnb Entrepreneurship Academy

32 hari lalu

Desa Wisata Carangsari, Badung, Bali (Dok. Oyo)
197 Pemilik Penginapan di Desa Wisata Bali, Lombok, dan Magelang Ikut Airbnb Entrepreneurship Academy

Program ini merupakan kerja sama Airbnb dengan Kemenparekraf untuk meningkatkan keterampilan sebagai tuan rumah dan membangun interaksi dengan turis.


Berkemah di Tengah Hutan, Belajar Hidup di Alam Liar Lembah Datu Lombok

35 hari lalu

Lembah Datu Camping Ground. Foto: Adit R Alfath (BPPD NTB)
Berkemah di Tengah Hutan, Belajar Hidup di Alam Liar Lembah Datu Lombok

Lembah Datu Camping Ground di Lombok menawarkan sejumlah aktivitas menarik seperti jungle walk, kelas memasak, sampai rapelling.


Anak-Anak Gandrungi Panahan Tradisional Yogyakarta, Ramaikan Peringatan 212 Tahun Pakualaman

38 hari lalu

Lomba nasional Jemparingan Mataraman atau panahan tradisional khas Yogyakarta dalam peringatan Hadeging (berdirinya) Kadipaten Pakualaman ke-212 tahun 2024. (Dok. Istimewa)
Anak-Anak Gandrungi Panahan Tradisional Yogyakarta, Ramaikan Peringatan 212 Tahun Pakualaman

Anak-anak dan remaja antusias mengikuti lomba nasional Jemparingan Mataraman atau panahan tradisional khas Yogyakarta