Senin, 19 Februari 2018

Bos Perbudakan Buruh, Yuki Irawan Buka Suara

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 9 Mei 2013 08:29 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bos Perbudakan Buruh, Yuki Irawan Buka Suara

    Ratusan massa yang terdiri dari aliansi buruh dan warga berusaha menjebol pintu rumah Yuki Irawan. Tempo/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Yuki Irawan, 41 tahun , bos pabrik panci CV Sinar Logam di Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang akhirnya buka suara. Polisi memberikan waktu lima menit bagi Yuki untuk 'membela diri'.

    Kepada wartawan di kantor satuan reserse kriminal Polres Tangerang, di Tigaraksa, Rabu sore, 8 Mei 2013 pria beristri dua ini meminta maaf kepada buruhnya. "Saya minta maaf kepada korban dan keluarganya, saya menyesal atas ini semua,"kata Yuki.

    Yuki mengatakan saat penggrebekan terjadi Jumat, 3 Mei 2013 ia sedang menuju perjalanan pulang ke rumahnya. "Istri saya (Maya) telepon ada banyak polisi ke rumah, saya pun pulang,"kata Yuki.

    Dia juga membantah adanya penyekapan buruh. "Itu sudah direkayasa, ada enam buruh sedang tidur karena kerja malam dikunci dari luar. Itu ulah anak buah saya kuncinya dibuang,"katanya membela diri. Namun dia belum tahu siapa anak buahnya yang berbuat demikian.

    Meskipun Yuki membantah telah bertindak menyiksa buruh, faktanya dia telah melakukan kekerasan fisik terhadap 13 buruh dengan cara menampar dan memukul. Bahkan dalam pengakuan Abdul Nawa Fikri, 20 tahun asal Cianjur dan Arifudin asal Lampung, Yuki mengancam akan menembak jika neko-neko.

    Polisi kini telah menetapkan Yuki sebagai tersangka utama dengan enam sangkaan pasal yang menjeratnya. Selain pelanggaran tindak pidana penganiayaan, merampas kemerdekaan orang, perdagangan manusia, penggelapan juga pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan dan perlindungan anak.

    Empat mandor yang menjadi centeng Yuki, Tedi Sukarno (35), Sudirman (34), Nurdin alias Umar (25), dan Jaya (30) juga sama-sama meringkuk di sel tahanan Polresta Tangerang di Tigaraksa. Sudirman adalah bekas buruh asal Lampung yang diangkat Yuki sebagai mandor.

    "Sudirman melakukan kekerasan fisik terhadap empat buruh," kata Bambang di Mapolres di Tigaraksa, Sabtu, 4 Mei 2013.

    Para tersangka melakukan sejumlah pelanggaran hukum. Dalam rekonstruksi di halaman kantor Satuan lalu-lintas Polresta Tangerang pada Sabtu , 4 Mei 2013 lalu, digelar 83 adegan penganiayaan. Tedi terlihat paling kejam diantara mandor lain. Dia telah melakukan kekerasan fisik terhadap 16 buruh dengan cara memukul dengan tangan, menampar, menendang, menyundutkan rokok, dan siram cairan alumunium panas.

    Menurut Kepala Satuan reserse kriminal Polres Tangerang, Komisaris Shinto Silitonga, Tedi berperan sebagai pengawas buruh 24 jam. "Dia selain menganiaya korban juga mengawasi dan melarang buruh keluar tempat usaha,"kata Shinto. Sedangkan tersangka Nurdin telah melakukan kekerasan fisik terhadap 5 buruh dengan cara memukul dengan tangan, menampar, dan memukul kepala. Simak perbudakan dan penyekapan buruh panci di sini.

    AYU CIPTA



    Topik hangat:

    Perbudakan Buruh
    | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry



    Berita Perbudakan Buruh:

    Korban Perbudakan Buruh Panci: Kami Diawasi Polisi

    Bos Perbudakan Buruh Panci Kirim Duit ke Polsek

    Budak Pabrik Panci Disiram Aluminium Panas
    Begini Penyekapan Buruh Pabrik Panci Terbongkar


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Diet: Makanan Penurun Berat Badan

    Makanan yang kaya serat, protein dan vitamin cocok bagi orang yang sedang diet.