IMB Terus Dipersoalkan, Pemilik Padi Padi Picnic: Kenapa Tidak Bangunannya Saja Dibongkar

Direktur LBH Cakra Perjuangan Boy Kanu dan pemilik Padi Padi Picnic Ground Pakuhaji, Bong Thiam Kim saat memberikan keterangan pers di Tangerang Selasa 6 September 2022. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

TEMPO.CO, Tangerang - Pemilik restoran dan tempat piknik Padi Padi Picnic Ground Pakuhaji, Bong Thiam Kim mempersilakan Pemerintah Kabupaten Tangerang merobohkan bangunan restoran karena tidak memiliki IMB.

"Silakan bangunanya dirobohkan jika memang itu dianggap melanggar, tapi jangan ganggu dan tutup usaha saya," ujar Kim saat dihubungi Tempo, Jumat 16 September 2022. 

Bagi Kim, tempat usahanya yang berkonsep alam terbuka dengan pemandangan area persawahan tidak begitu membutuhkan bangunan. "Apalagi bangunan yang dipersoalkan IMB-nya saat ini, hanya bangunan kecil semi permanen yang digunakan untuk dapur, musala, toilet dan kasir," ujarnya. 

Menurut Kim, bangunan yang sejak awal dipersoalkan Camat Pakuhaji Asmawi karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), hanya bangunan gudang tua yang terdiri dari atap dan dinding semi terbuka. "Bangunan itu saya percantik saja, kalaupun mau dibongkar karena dianggap melanggar silakan ditertibkan dan dirobohkan." 

Sekelompok Orang Menggeruduk Restoran Padi Padi Picnic  

Pernyataan Kim ini disampaikan setelah puluhan orang yang mengaku dari Forum Masyarakat Tangerang Utara menggeruduk restoran Padi Padi Picnic di Desa Kramat Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Kamis kemarin. 

Mereka menuntut agar restoran itu ditutup. "Karena tidak memberikan kontribusi apapun kepada warga dan pemerintah," ujar koordinator pengunjuk rasa Said Kosim. 

Selain berorasi, puluhan warga ini membawa spanduk yang bertuliskan agar pemerintah menertibkan pengusaha nakal yang tidak mengantongi izin. "Jangan biarkan rakyat yang bergerak main hakim sendiri," demikian isi spanduk itu. 

Suasana Padi Padi Picnic Groud di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu 31 Agustus 2022. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

Para pendemo ini menyatakan mendukung Polres Metro Tangerang mengusut kasus perusakan portal aset Pemkab Tangerang di jalan masuk Padi Padi Picnic, Mereka juga meminta polisi menangkap 9 tersangka dan pemilik Padi Padi dan mendukung Pemkab Tangerang menindak tegas pelaku pelanggaran aturan. 

Said mengatakan, selain di Padi Padi Picnic, mereka juga bergerak menggelar aksi ke Polres Metro Tangerang dan Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa. 

Kim mengaku kaget dengan tudingan para pendemo jika dia pengusaha nakal dan tidak mau menggurus perizinan. Menurut Kim, sebagai pengusaha ia sudah taat aturan dengan mengurus semua perijinan. "Semua ijin kami punya dan sudah kami tunjukan ke Camat Pakuhaji, dan soal IMB saat ini sedang dalam proses," ujarnya.

Menurut Kim, proses perizinan tidak mudah dan tidak bisa cepat apalagi saat ini ada perubahan regulasi "Tapi setidaknya kami sudah menunjukkan itikad baik dengan mengurus semua izin yang dibutuhkan. Masalah izinnya dikeluarkan atau tidak, prosesnya lama atau sebentar kami serahkan ke pihak yang berkompeten." 

Bangunan di Tengah Sawah Sudah Ada Saat Dibeli Tahun 2009

Pemilik Padi Padi membeli lahan seluas 7 hektar dengan bangunan rumah kampung di tengah sawah itu pada tahun 2009. Pada saat dibeli, bangunan sederhana berlantasi semen itu memang sudah ada di tengah sawah.

"Sepengetahuan kami, bangunan seperti ini tidak memerlukan IMB dan selama ini tidak pernah ada aparat pemerintah yang mempertanyakan masalah IMB ini," kata  Kim. 

Bong membuka tanah di Pakuhaji sebagai tempat piknik pada Januari 2021, sebagai upaya berbagi ruangan relaksasi dan rekreasi dalam menghadapi pandemic Covid-19. "Di luar dugaan kami, lapangan piknik ini menjadi viral karena tamu yang datang senang dan terhibur dengan duduk santai di tikar pinggir sawah tanpa naungan bangunan apapun, yang kemudian dikenal dengan nama Padi Padi Private Picnicground," ujarnya. 

Kim berharap, pemerintah Kabupaten Tangerang segera mengeksekusi bangunan restorannya yang tidak ber-IMB itu. "Agar masalah IMB ini selesai, saya bisa melanjutkan usaha saya dengan tenang, melayani pelanggan dengan baik, serta karyawan saya bisa fokus bekerja," ujarnya. 

Kim juga berharap setelah bangunan yang dianggap sumber permasalahan itu dirobohkan, tidak ada lagi pihak-pihak yang mengutak-atik usaha dan tanahnya. "Saya mau fokus bekerja dan berusaha saja." 

Kasus Perusakan Portal ke Restoran Padi Padi Picnic Dilaporkan ke Polisi 

Buntut dari masalah itu, Kim dan suaminya Anton Wijaya Salim ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan portal. Dia menyatakan masalah ini cukup menyedot tenaga, pikiran dan waktunya. "Tapi saya tetap bersemangat karena banyak yang support saya. Saya akan terus berjuang mencari keadilan," ucapnya. 

Kasus ini berujung ke polisi setelah peristiwa perusakan portal di jalan masuk area Padi Padi Picnic di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang pada 24 Maret 2022. Portal itu dipasang oleh Satpol Kecamatan Pakuhaji untuk menutup sementara restoran itu. 

Direktur LBH Cakra Perjuangan Boy Kanu, kuasa hukum Padi Padi Picnic  menduga pemasangan portal tersebut ada hubungannya dengan rencana pengembang besar yang ingin membeli lahan Padi Padi seluas 7 hektar itu. Namun, pemilik menolak."Sejak itu rentetan teror halus terjadi sampai pihak kecamatan gencar mempermasalahkan ijin dan memasang portal," kata Boy. 

Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menyampaikan keterangan resmi terkait kasus Padi Padi Picnic hari ini. "Kami akan memberikan penjelasan dan keterangan resmi nanti siang," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat dihubungi Tempo. 

JONIANSYAH HARDJONO

KOREKSI: Judul berita ini telah diubah pada Jumat, 16 September 2022 atas permintaan pemilik Padi Padi Picnic. Sebelumnya judul berita ini: IMB Terus Dipersoalkan, Pemilik Padi Padi Picnic: Silakan Bangunan Dirobohkan, tapi...   

Baca juga: Komnas HAM Tanggapi Permintaan Lindungi Hak Petani Padi Padi Picnic






Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Timbulkan Dua Masalah

2 hari lalu

Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Timbulkan Dua Masalah

Revitalisasi Halte Transjakarta disebut tanpa persetujuan Tim Sidang pemugaran DKI Jakarta ataupun Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).


Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

10 hari lalu

Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial MF (21) yang diduga melakukan eksploitasi seksual anak di Kecamatan Teluknaga.


Tolak BBM Naik, Mahasiswa HMI dan GMNI Gelar Demo di Depan DPRD Kabupaten Tangerang

12 hari lalu

Tolak BBM Naik, Mahasiswa HMI dan GMNI Gelar Demo di Depan DPRD Kabupaten Tangerang

Jika tuntutan tolak BBM naik dan IKN tidak direalisasikan, mahasiswa HMI dan GMNI Kabupaten Tangerang akan mengerahkan massa yang lebih besar.


Terlilit Utang Judi Online, Buruh di Tangerang Tewas Tergantung di Pohon Depan Mess Karyawan

12 hari lalu

Terlilit Utang Judi Online, Buruh di Tangerang Tewas Tergantung di Pohon Depan Mess Karyawan

Dalam suratnya, korban menyampaikan permintaan maaf karena kembali melakukan judi online hingga terjerat utang.


Bupati Tangerang Alokasikan Rp 73 Miliar untuk Kendalikan Inflasi Setelah Harga BBM Naik

13 hari lalu

Bupati Tangerang Alokasikan Rp 73 Miliar untuk Kendalikan Inflasi Setelah Harga BBM Naik

Alokasi anggaran sebesar Rp 73 miliar itu antara digunakan untuk BLT, ketahanan pangan dan padat karya. Menekan inflasi setelah harga BBM naik.


4 Kampung di Desa Tanjung Burung Terendam Banjir, BPBD Kabupaten Tangerang: Luapan Sungai Cisadane

14 hari lalu

4 Kampung di Desa Tanjung Burung Terendam Banjir, BPBD Kabupaten Tangerang: Luapan Sungai Cisadane

Luapan Sungai Cisadane pada Sabtu pagi menyebabkan banjir merendam 733 rumah di Desa Tanjung Burung, Teluknaga.


Puluhan Orang Demo Tuntut Padi Padi Picnic Ditutup

17 hari lalu

Puluhan Orang Demo Tuntut Padi Padi Picnic Ditutup

Restoran Padi Padi Picnic sempat viral di media sosial karena menawarkan pemandangan hamparan sawah


Dua Bocah Tenggelam di Danau Bekas Galian Pasir di Tangerang, 1 Ditemukan Tewas, 1 Masih Dicari

17 hari lalu

Dua Bocah Tenggelam di Danau Bekas Galian Pasir di Tangerang, 1 Ditemukan Tewas, 1 Masih Dicari

Petugas dibantu warga sekitar mencari dua bocah tenggelam itu dengan menyusuri danau menggunakan perahu karet dan menyelam ke dasar danau.


Daftar 14 Samsat Keliling untuk Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

18 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling untuk Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya masih menyediakan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) hari ini.


Monyet Lukai Pemilik di Cikande Tangerang Dievakuasi ke BKSDA

20 hari lalu

Monyet Lukai Pemilik di Cikande Tangerang Dievakuasi ke BKSDA

Akibat serangan monyet itu, pemilik mengalami luka cukup parah. Simak kronologisnya.