Jokowi Beri Nilai Delapan untuk JNF 2013

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kembang api  yang dinyalakan saat pergantian tahun baru 2014, dekat Tugu Selamat Datang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (1/1). Ribuan warga antusias menghadiri Jakarta Night Festival yang diadakan Pemrov DKI untuk merayakan tahun baru 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kembang api yang dinyalakan saat pergantian tahun baru 2014, dekat Tugu Selamat Datang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (1/1). Ribuan warga antusias menghadiri Jakarta Night Festival yang diadakan Pemrov DKI untuk merayakan tahun baru 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku puas dengan pelaksanaan Jakarta Night Festival (JNF) pada kemarin malam. Hajatan di sepanjang Jalan Sudirman, Thamrin, dan Medan Merdeka Selatan itu memang digelar untuk merayakan malam pergantian tahun.

    Perayaan Tahun Baru berkonsep pesta rakyat itu sudah dilakukan untuk kedua kalinya. Menurut Jokowi, sudah banyak peningkatan yang ditunjukkan dalam JNF 2013.

    "Saya harus akui sudah jauh lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Saya beri nilai delapan," ujarnya di Rumah Sakit Fatmawati seusai pencanangan program JKN, Rabu, 1 Januari 2014.

    Menutut Jokowi, dari segi manajemen acara, baik dari tata panggung, manajemen pengunjung, hingga soal sampah, sudah tertata rapi. Meski begitu, Jokowi mengakui masih ada taman yang rusak karena terinjak-injak oleh pengunjung.

    "Ya, namanya juga ada jutaan orang, bisa diperbaiki kok," ujar dia.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan mengatakan JNF juga cukup aman. Rumah sakit lapangan yang disediakan di Gedung Indosat, Bundaran HI, dan Hotel Mandarin Oriental berfungsi dengan baik.

    "Tetapi ada lima pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit karena keterbatasan alat," kata dia. Kebanyakan pasien-pasien itu lemas karena padatnya pengunjung yang berdesak-desakan.

    ANGGRITA DESYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.